Pengelola Ritel Akui Kesulitan Dapat Suplier Lokal Untuk Bahan Pokok

Pengelola pasar modern (ritel) lokal di Provinsi NTT mengakui kesulitan untuk mendapatkan supplier lokal untuk memasok barang kebutuhan pokok

Penulis: Ryan Nong | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ RYAN NONG
Penanggung Jawab Supermarket Ramayana Robinson Kupang Candra Scorpiona 

Pengelola Ritel Akui Kesulitan Dapat Suplier Lokal Untuk Bahan Pokok

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Pengelola pasar modern (ritel) lokal di Provinsi NTT mengakui kesulitan untuk mendapatkan supplier lokal untuk memasok barang kebutuhan pokok termasuk buah-buahan segar. Hal ini diakui karena masyarakat enggan menjadi supplier akibat rumitnya persyaratan.

Hal ini diungkapkan oleh penanggung jawab Supermarket Ramayana Robinson Kupang Candra Scorpiona kepada POS-KUPANG.COM usai menerima tim Kementerian Perdagangan yang melakukan pemantauan stik dan harga bahan pokok di tempat itu.

Candra menjelaskan, hampir semua bahan yang disediakan di tempatnya dipasok dari luar Kupang atau luar Provinsi NTT.

Diperiksa Polisi seperti Bachtiar Nasir, Ustadz Yusuf Mansur Enggan Minta Perlindungan Jokowi

“Yang belanja itu barang dari Surabaya semua, yang lokal tidak ada. Suplier lokal di kupang ini terkendalanya itu,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan harga yang cenderung lebih tinggi disebabkan karena tambahan biaya atau ongkos pengiriman.

“Kalau masalah harga itu dari ongkos pengirimanm soalanya kita harus kirim satu container,” ungkapnya.
Ia mengaku, petani di Kupang jarang yang mau menjadi pemasok untuk Ramayana. Hal ini terjadi karena selain mengaku tidak nyaman terhadap ketatnya persyaratan, juga karena ketersediaan bahan pokok yang hanya musiman.

“Bawang putih kalau di kita, baru baru ada tapi sekarang kososng kak, posisisnya petani du kupang untuk mau jadi suplayer ke Ramayana masih jarangnya di situ. Jadi kendalanya begitu, biasasnya bawang putih dari Surabaya karena suplater sini mereka bilang ribet lah jadi suplayer, harus registrasi ini, sayaanya ini, maunya kayak pasar, beli langsung,” katanya.

Inilah 6 Selebriti Hollywood yang Ikut Rayakan Ramadhan, Ada Gigi Hadid!

Namun demikian, ia mengungkapkan pandangannya terhadap pelaku pasar atau suplayer di NTT. Ia mengaku, lebih bagus jika ada petani NTT yang mau menjadi supier tetap untuk Ramayana sehingga tidak membengkak pada biaya angkut.

“Lebih bagus kalau ada petani NTT yang mau masukan hasil buminya ke Ramayana atau departemen store, itu lebih enak, kita lebih enak ambil dari local. Kita pernah ada petani kupang, tapi Kupang ini kan musima pak, masalahnya disitu, Kalau bauh impor terus ada, miasalnya apel ka terus ada, kalau NTT musiman kan,” jelasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved