Pemilu 2019 - Ketua KPU Alor Disarankan Opname

Ketua KPU Alor, Maria Goreti Padu Keray, jatuh sakit saat berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabu

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu 

Pemilu 2019 - Ketua KPU Alor Disarankan Opname

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Ketua KPU Alor, Maria Goreti Padu Keray, jatuh sakit saat berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Alor.

Atas kondisi itu, KPU NTT menyarankan agar Cendana harus menjalani opname di rumah sakit.

Ketua KPU NTT, Thomas Dohu, yang ditemui, Rabu (8/5/2019) mengatakan, Ketua KPU Alor, Maria Goreti Padu Keray saat pleno beberapa hari lalu sempat pingsan.

"Kemungkinan Ketua KPU Alor itu kelelahan sehingga pingsan saat pleno. Saat ini masih belum pulih sehingga saya sarankan agar diopname di rumah sakit," kata Thomas.

Ketua KPU Alor Pingsan Saat Pimpin Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

Dijelaskan, Ketua KPU Alor membutuhkan isterahat beberapa hari, karena itu, pihaknya sudah menyarankan supaya yang bersangkutan opname di rumah sakit.

Ditanyai soal proses pleno di KPU Alor, ia mengatakan, saat ini pleno masih berlangsung dan masih tersisa dua kecamatan yang belum selesai diplenokan di KPU Alor.

"Pleno saat ini dipimpin oleh Anggota KPU Alor, Cendana Pong. Kita harapkan pleno bisa berjalan lancar," ujarnya

Di Manggarai, 3 Partai Raih 5 Kursi Tapi Posisi Ketua DPRD Milik PAN Manggarai

- Belum Plong
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu mengatakan, sampai saat ini dirinya belum merasa plong atau belum lega karena masih ada daerah yang belum menyelesaikan pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu.

"Saya belum plong, karena masih ada kabupaten dan kota yang belum selesai pleno tingkat kabupaten dan kota," kata Thomas , Rabu (8/5/2019)

Ditanyai hambatan pleno di tingkat kabupaten dan kota, ia mengatakan, proses rekapitulasi selalu ada pencocokan angka sehingga mamakan waktu pleno.

"Dinamikia di KPU kabupaten dan kota yang masih memakan waktu, karena ada pencocokan data, ketika ada selisih angka pada saksi," katanta.

Prabowo Minta Petugas Pemilu yang Meninggal Dunia Perlu Divisum, Ini Tujuannya

Dikatakan, pada prinsipnya, KPU bekerja mengacu pada regulasi sehingga pada kondisi apapun dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan soal siapa yang selalu memberikan kekuatan atau dukungan, ia mengatakan, keluarga sudah pasti mendukung dan memberi semangat.

"Ada juga teman-teman komisioner, juga teman-teman di sekretariat, mantan komisioner yang kita selalu berdiskusi dan juga berbagi pengalaman," katanya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved