Breaking News

Pencemaran Air, Ancaman Spesies dan Pengelolaan Limbah Ancam Labuan Bajo

Setiap tahun TNK dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi NTT dikunjungi wisatawan lokal dan asing.

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
UGI SUGIARTO/ Tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa (EPBN) Untuk POS-KUPANG.COM
Kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, menaikkan sampah ke truk sampah di pelabuhan 

 
Pencemaran Air, Ancaman Spesies dan Pengelolaan Limbah Ancam  Labuan  Bajo

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas wisata di Indonesia disiapkan menjadi gerbang ekowisata Indonesia.

Setiap  tahun  TNK dan Labuan Bajo  di  Kabupaten  Manggarai Barat, Propinsi NTT  dikunjungi wisatawan  lokal dan asing.  

 Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat   tahun 2018 mencatat 101 penginapan, 69 usaha penyediaan perjalanan dan 372 kapal wisata dengan presentase pertumbuhan 88,5% dalam empat  tahun terakhir.

Dengan angka pertumbuhan wisata yang  cepat,   ada hal besar yang sedang mengintai bak bom waktu. Pencemaran air, keterancaman spesies dan pengelolaan air limbah.

Ketiga  aspek   ini secara umum disebabkan oleh sampah, adalah beberapa aspek pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yang harusdiperhatikan sebagai indikator menuju gerbang ekowisata Indonesia.

Data WWF-Indonesia tahun 2017 menyatakan, timbunan sampah total untuk Kota Labuan Bajo mencapai 12,8 ton/hari atau 112,4 m3/hari.

Sejumlah Kendaraan Dinas di Mabar Akan Diputihkan

Barcelona Angkat Piala di Liga Spanyol, Atletico Jauhi Real Madrid

VIDEO: Tarif Dasar Bongkar Muat di Pelabuhan Laut Lewoleba Lembata Akan Dinaikkan?

Tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa (EPBN) berhasil mengumpulkan  banyak informasi  saat singgah di Labuan Bajo, titik singgah ke-49 dari  rute ekspedisi ke-74 titik singgah dalam memperingati HUT RI ke-74.

Relawan  EPBN,  Ugi Sugiarto, mengatakan banyaknya sampah plastik di sekitar perairan pelabuhan  harus  jadi perhatian.

"Kerap saya lihat botol  air mineral dan sampah plastik  di perairan sekitar pelabuhan, mungkin sampah-sampah tersebut dari pantai. Sedangkan ratusan kapal wisata  membuang sampahnya ke tempat-tempat yang sudah disediakan di pelabuhan  kemudian diangkut truk sampah,"   ujar Ugi.( Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved