Pilpres 2019

Usai Mencoblos, Ini Pesan Mantan Wapres Hamzah Haz untuk Pemimpin Terpilih

Usai Mencoblos, Ini Pesan Mantan Wapres Hamzah Haz untuk Pemimpin Terpilih

Usai Mencoblos, Ini Pesan Mantan Wapres Hamzah Haz untuk Pemimpin Terpilih
Kompas.com/SHERLY PUSPITA
Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan Hamzah Haz mengunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 di TPS 10 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2019). 

Usai Mencoblos, Ini Pesan Mantan Wapres Hamzah Haz untuk Pemimpin Terpilih

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Hamzah Haz, mengunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 di TPS 10 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2019).

Dalam kesempatan itu, wapres yang menjabat di era Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut mengungkapkan sejumlah tantangan yang harus diselesaikan para pemimpin yang terpilih.

Wiranto, Kapolri, dan Mendagri Pantau Jalannya Pemilu

"Pesan-pesannya begini saya ya, Indonesia ini, kata saya, miskin moral, miskin harta. Bukan tidak ada yang kaya, ada, tapi jumlahnya sedikit kan," ujar Hamzah Haz, usai mencoblos.

Menurut Hamzah, dua hal ini harus menjadi perhatian penting para pemimpin yang terpilih. Ia melihat belum ada keseriusan pemerintah untuk memperioritaskan hal-hal ini, terutama perkara moral.

Mendagri: Siapa yang Menang atau Kalah, Kita Harus Terima

Hamzah Haz menyebut, jika moral Indonesia diperbaiki, maka nantinya tak akan ada lagi masalah hoaks dan teroris seperti yang kerap terjadi saat ini.

"Nah sekarang soal miskin harta, tadi akhlak. Miskin harta maksudnya, dari awal tidak menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan kita," tututrnya.

Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam Indonesia sebaik mungkin sehingga tak tertinggal dari negara lain.

"Dulu Bung Karno pikirannya sudah betul. Misalnya ada sekolah umum macam UI, Undip semua untuk umum. Yang namanya wisma IPB, ITB, ITS untuk pengolaan SDA kita. seharusnya itu kita buat, kita dapat mengelola SDA kita dengan finishing goods," ujar Hamzah.

"Sekarang sulit ekspor dan penerimaan rendah karena menjual barang setengah jadi. saya pernah jadi menteri investasi. Malaysia paling banyak nanam perkebunan kehutanan. Kita enggak ada apa-apanya jadi wajar," ucapnya.

Ia berharap dengan berbagai program yang direncanakan pemimpin yang terpilih nantinya, semakin hari Indonesia semakin baik. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved