Pilpres 2019

Terkait Temuan Uang Rp 1 Miliar Lebih di Lamongan, Bawaslu Tak Temukan Ada Pelanggaran

Terkait Temuan Uang Rp 1 Miliar Lebih di Lamongan, Bawaslu Tak Temukan Ada Pelanggaran

Terkait Temuan Uang Rp 1 Miliar Lebih di Lamongan, Bawaslu Tak Temukan Ada Pelanggaran
KOMPAS.com / HAMZAH
Kantor Bawaslu Lamongan yang berada di Jalan Raya Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan. 

Terkait Temuan Uang Rp 1 Miliar Lebih di Lamongan, Bawaslu Tak Temukan Ada Pelanggaran

POS-KUPANG.COM | LAMONGAN - Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan investigasi dengan meminta sejumlah keterangan dari beberapa pihak, Bawaslu Lamongan akhirnya mengambil kesimpulan tidak menemukan adanya dugaan pelanggaran pemilu dalam kejadian penemuan uang tunai Rp 1,075 miliar di dalam mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1976 JT.

Kendaraan itu sempat terjaring razia di sekitar Jalan Raya Panglima Soedirman, Kecamatan Lamongan kota, Lamongan, pada Senin (15/4/2019) malam oleh pihak kepolisian.

Banyak Surat Suara DPRD Kabupaten-Kota di Lombok Tertukar, Warga Enggan Mencoblos

Melalui surat resmi tertanggal 16 April 2019 yang ditandatangi oleh Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar, kesimpulan dan pernyataan sikap dikeluarkan dengan memuat beberapa poin penting hasil investigasi.

"Bahwa proses yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Lamongan terhadap perkara ini ialah investigasi. Investigasi ini dalam rangka untuk menemukan peristiwa dugaan pelanggaran pemilu," tulis Badar.

Megawati: Saya Juga Pernah Ikut Pilpres, Waktu Kalah Enggak Ribut, Ketawa Saja

"Investigasi ini dilakukan dalam bentuk penelitian, pemeriksaan, dan permintaan keterangan kepada pihak-pihak terkait," lanjut dia.

Berdasarkan data, fakta, dan keterangan hasil investigasi, dalam pleno yang telah dilakukan oleh Bawaslu Lamongan, akhirnya disimpulkan bahwa,

1. Tidak ditemukan peristiwa dugaan pelanggaran pemilu dalam perkara ini

2. Perkara ini dihentikan, tidak dapat ditindaklanjuti sebagai temuan pelanggaran

3. Terhadap barang-barang yang diamankan, dikembalikan kepada kepolisian resort (Polres) Lamongan.

Pada kesempatan sebelumnya, Sekretaris DPC Partai Gerindra Lamongan R. Imam Muchlisin sempat membantah, jika uang tunai yang diamankan hendak digunakan untuk kepentingan 'money politics'.

Ia menyatakan, bila uang tersebut bakal dipergunakan untuk membayar honor bagi saksi Partai Gerindra dalam mengawasi Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Lamongan.

"Jadi setiap satu saksi itu Rp150 ribu, kali jumlah saksi di setiap TPS di Lamongan, ditambah uang saksi di kecamatan dan koordinator saksi, sehingga jumlah keseluruhannya itu Rp1,075 miliar. Memang ini benar-benar untuk kegiatan saksi, jadi bukan untuk serangan fajar atau yang lain," tutur Imam di kantor Bawaslu Lamongan, di Jalan Raya Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat menggelar razia di sekitar Jalan Raya Panglima Soedirman, Kecamatan Lamongan kota, Lamongan, pada Senin (15/4/2019) malam, pihak kepolisian mengamankan satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1976 JT.

Pihak berwajib mengamankan mobil tersebut lantaran curiga usai menemukan uang tunai sebesar Rp1,075 miliar berikut atribut salah satu partai politik (parpol) di dalam mobil yang disinyalir dikendarai oleh dua orang tersebut. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved