Pangdam XIV Hasanuddin Sebut Makassar dan Kendari Masuk Zona Rawan Konflik

Menurut Pangdam XIV Hasanuddin Makassar dan Kendari Masuk Zona Rawan Konflik

Pangdam XIV Hasanuddin Sebut Makassar dan Kendari Masuk Zona Rawan Konflik
Kompas.com/HIMAWAN
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, saat diwawancara di Mapolda Sulsel, Senin (15/4/2019). 

Menurut Pangdam XIV Hasanuddin Makassar dan Kendari Masuk Zona Rawan Konflik

POS-KUPANG.COM | MAKASSAR - Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi menyebut, dua wilayah di Sulawesi, masuk sebagai zona rawan konflik pada Pemilu 2019 mendatang.

Hal ini ia ungkapkan usai melakukan pertemuan dengan para pejabat di Mapolda Sulsel, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/4/2019).

Masa Tenang, Kominfo Temukan 7 Konten Langgar UU Pemilu di Medsos

Menurut Surawahadi, dua wilayah yang masuk zona rawan di pulau Sulawesi, ialah Makassar dan Kendari. Informasi ini didapatnya dari laporan intelijen militer.

"Kalau daerah rawan, jujur itu Makassar. Makanya di Makassar kami siapkan itu ada 1.250 orang. Dengan nanti kesiapan saya sendiri ada 4.110 orang antisipasi khusus di Sulawesi Selatan," kata Surawahadi.

Sat Pol PP Setda Ende Sapu Rata Atribut APK di Kota Ende

Untuk di Kendari, Sulawesi Tenggara, pihaknya sudah mengirim 200 personel dari Kostrad, termasuk dua kendaraan lapis baja seperti kendaraan Anoa dan BTR.

Pengiriman ini disesuaikan dengan rencana kontigensi TNI yang berbeda-beda di tiap wilayah. Dua jenis kendaraan lapis baja ini juga disiapkan di kota Makassar, yang nantinya akan diturunkan untuk membantu kepolisian dalam pengamanan Pemilu pada 17 April mendatang.

"Kendaraan lapis baja seperti anoa dan btr untuk antisipasi penyelamatan apabila diperlukan. Tapi semoga tidak digunakan," imbuhnya.

Di Pemilu 2019 kali ini, Kodam XIV Hasanuddin bakal menurunkan 12.450 personel TNI untuk memback-up Polri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari 12.450 itu, terbagi menjadi 11.330 personel Angkatan Darat, 760 Angkatan Laut, 230 Angkatan Udara dan 200 personel Kostrad.

"Karena kita memiliki tiga kesiapan, yang pertama, satuan Bantuan Komando Oprasi (BKO) kepada Polri berjumlah 1230 orang, kemudian satuan Panwil terdiri dari Intelejen dan teritorial, dan yang terakhir adalah cadangan. Begitu konsep operasi saya, itu yang saya siapkan," pungkasnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved