Polisi Sidik Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

Polda NTT membenarkan telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan tersebut dan kasus tersebut dalam penyidikan Direskrimum Polda NTT.

Polisi Sidik Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dugaan tindak pidana pencabulan yang dialami siswi SMP di Kota Kupang, MET (16) terus bergulir.

Pihak Polda NTT membenarkan telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan tersebut dan kasus tersebut dalam penyidikan Direskrimum Polda NTT.

"Kasus itu kami sudah tangani dan telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik dari Direskrimum Polda NTT," ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules A Abast ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/4/2019) sore.

Dijelaskannya, penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi yakni korban dan ibunya. Selain itu, telah dilakukan Visum et Repertum terhadap korban.

"Sampai saat ini belum ada saksi tambahan selain keduanya. Untuk Visum et Repertum sudah dilakukan dan hasilnya positif hamil 6 bulan," ungkapnya.

Fakta mengejutkan dari proses penyidikan kasus tersebut yakni oknum mahasiswa yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan tersebut tidak mengakui janin dalam perut korban adalah anaknya.

Wanita Penyewa  Mobil Avanza  Veloz  di  Maumere Tidak Melarikan  Diri

"Kami sudah ambil keterangan terduga pelaku. Dia datang sendiri dan dari keterangan awal yang bersangkutan tidak mengakui," ujarnya.

Untuk memastikan oknum mahasiswa tersebut adalah ayah biologis dari anak yang dikandung korban, kata Jules, pihaknya akan melakukan tes DNA setelah bayi tersebut lahir.

"Untuk proses selanjutnya, kita tunggu anak ini lahir dan akan dilakukan proses pemeriksaan melalui tes DNA yang akan memastikan bayi ini memiliki identik dari kedua orangtuanya. Kita tunggu kurang lebih 3-4 bulan lagi untuk dilakukan tes DNA," jelasnya.

Tersangka dikenakan pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"jika terbukti melakukan tindak pidana pencabulan, terduga pelaku diancam hukuman penjara selama lebih dari lima tahun," kata Jules. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved