Selain Tahajud, Ini Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah SAW.

Shalat sunnah merupakan shalat yang boleh dikerjakan boleh juga tidak. Dikerjakan mendapat pahala dan tidak mengerjakannya tidak mendapat dosa

Selain Tahajud, Ini Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah SAW.
Dream
Sholat Dhuha 

Selain Tahajud, Ini Shalat Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah SAW
 
POS-KUPANG.COM- Shalat sunnat merupakan shalat yang boleh dikerjakan boleh juga tidak.  Apabila dikerjakan mendapat pahala dan kebaikan, jika tidak mengerjakannya tidak mendapat dosa. 

Dikutip dari dalamislam.com, ada banyak sekali manfaat yang kita dapatkan jika mengerjakan shalat sunnat tersebut. Berikut 10 sholat sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW

1. Shalat Wudhu
Sebelum kita mengerjakan shalat, sudah pasti terlebih dahulu kita melakukan wudhu. Shalat wudhu merupakan shalat sunnat yang bisa kita kerjakan setelah melakukan wudhu, sebelum kita melaksanakan shalat (shalat yang sebenarnya ingin kita lakukan, misalnya; kita ingin shalat maghrib.

Setelah berwudhu kita bisa mengerjakan sunat wudhu sebanyak 2 raka’at, baru mengerjakan Shalat Maghrib). Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa yang berwudhu, lalu mengerjakan shalat dua raka’at tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat”. (HR. Abu Dawud). Tata Cara Shalat Sunnat Wudhu
Doa Sesudah Mengerjakan Shalat Wudhu

2. Shalat Tahiyatul Masjid
Shalat Tahiyatul Masjid merupakan shalat sunat yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan penghormatan terhadap mesjid sebagai rumah Allah SWT. Shalat ini bisa dilakukan kapan pun oleh mereka yang berada di mesjid. Shalat ini baik untuk dikerjakan sebelum melaksanakan shalat berjamaah di mesjid.

Dikecualikan bagi khortib mesjid yang akan shalat atau berkhutbah pada shalat Jum’at, pengurus mesjid, atau seorang imam yang akan melaksanakan shalat wajib, serta setelah iqamah (menurut Ibnu Hajar dalam Subulus Salam; 1/30).

Tata Cara Shalat Sunnat Tahiyatul Masjid

Dilakukan sebanyak dua raka’at, pelaksanaannya sebagaimana shalat sunnat lainnya, hanya berbeda dalam lafaz niatnya saja. Adapun lafaz niat shalat Tahiyatul Masjid adalah;

“Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala. Allaahu akbar.”, yang artinya “Saya berniat shalat Tahiyyat Masjid dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.

Adapun bacaan surah dalam raka’at pertama maupun kedua boleh apa saja.

Halaman
1234
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved