NTT Luncurkan Sophia

Anggota DPRD NTT Minta Gubernur Viktor Tinjau Ulang Soal Sophia

Anwar Hajral juga mengaitkan keputusan ini dengan slogan besar yang dibawakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Revolusi Mental.

Anggota DPRD NTT Minta Gubernur Viktor Tinjau Ulang Soal Sophia
Youtube
Anggota DPRD NTT Minta Gubernur Viktor Tinjau Ulang Soal Sophia 

Anggota DPRD NTT Minta Gubernur Viktor Tinjau Ulang Soal Sophia

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Keadilan Sosial (PKS), Anwar Hajral, meminta Gubernur Viktor Laiskodat, meninjau ulang keputusan untuk meluncurkan miras Sophia.

Ia mempertanyakan apa manfaat minuman keras ini bagi generasi muda.

"Apa pentingnya miras untuk generasi muda," kata Anwar saat dimintai pendapatnya oleh POS- KUPANG.COM, Senin (1/4/2019) malam.

Hasil Malaysia Open 2019 - Jonatan Christie Melaju ke Babak Kedua

7 Hal yang Membatalkan Puasa

Selain itu, Anwar Hajral juga mengaitkan keputusan ini dengan slogan besar yang dibawakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Revolusi Mental.

"Kita coba lihat program Pak Jokowi tentang Revolusi Mental. Miras kalau dibiarkan terus menerus, akhirnya membuat generasi muda mabuk-mabukan," tegasnya.

Kalau sudah begitu menurutnya, bagaimana mau Revolusi Mental.

Secara umum, Anwar Hajral menyarankan pemerintah agar mengkaji kembali keputusan ini.

"Lakalantas juga tinggi kalau kita kaitkan dengan miras. Hanya mungkin gubernur dan pemerintah berpikir dari sisi pendapatan daerah," ujarnya.

Jagung Bose Instan Bisa Atasi Masalah Anemia Remaja Putri di Kupang

Buronan Swedia Ditangkap Polisi Saat Sama-sama Telanjang di Sauna

Tapi menurut Anwar perlu juga dipikirkan soal dampak negatif dari miras.

Soal kehidupan sosial kemasyarakatan dan generasi muda.

Ini perlu dikaji kembali.

Di sisi lain, belum ada pembahasan di DPRD NTT mengenai putusan ini.

"Belum pernah dibahas di dewan soal miras. Mungkin ini masih diputuskan soal label miras. Jadi penganggarannya mungkin dibahas di Perubahan 2019 di bulan Oktober," jelasnya. (jj)

Penulis: Lamawuran
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved