1.239 Pengawas TPS Di TTS Serentak Dilantik

para pengawas TPS akan langsung mengikuti bimtek guna mengetahui fungsi dan peranannya dalam melakukan pengawasan

1.239 Pengawas TPS Di TTS Serentak Dilantik
POS KUPANG/DION KOTA
Foto bersama, nampak komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai sedang melakukan foto bersama dengan para pengawas TPS dilingkup Kecamatan Kuatnana pasca dilantik 

1.239 Pengawas TPS Di TTS Serentak Dilantik

POS-KUPANG.COM|SOE -- Guna melakukan pengawasan di tingkat TPS, hari ini, Senin (25/3/2019) dilakukan pelantikan 1.239 pengawas TPS secara serentak di Kabupaten TTS. Pelantikan pengawas TPS sendiri dipusatkan di kecamatan masing-masing.

Komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai mengatakan, usai dilantik, para pengawas TPS akan langsung mengikuti bimtek guna mengetahui fungsi dan peranannya dalam melakukan pengawasan pemilu mendatang.

"Usai dilantik, hari ini juga langsung kita berikan Bimtek agar para pengawas TPS mengetahui fungsi dan peranannya. Setiap TPS akan ditempatkan satu pengawas TPS," ungkap Demetris.

Tugas pengawas TPS lanjut Demetris,vselain memantau pelaksanaan pemilu, nanti mereka juga diminta untuk proaktif melaporkan setiap indikasi pelanggaran pemilu yang dilakukan para peserta pemilu. Karena jumlah pengawas TPS cukup banyak, sehingga pihaknya meyakini jika setiap pergerakan peserta pemilu akan terpantau secara efektif.

Dengan demikian, maka diyakini tingkat kecurangan serta pelanggaran pemilu akan berkurang, sehingga proses pemilu dapat berlangsung jujur dan adil.

KOMPAS MENJAWAB: Persatuan dan Masa Depan Republik, Itulah Komitmen Kami

GMPS Rancang Drum Jadi Tempat Sampah Motif Pelangi

Pemkab Manggarai Akan Bangun 47 Ruang Kelas di Tahun 2020

"Masa kerja para pengawas TPS mulai 23 hari sebelum pemilu dan berakhir tujuh hari setelah pemilu, sehingga total masa kerjanya satu bulan. Jumlah pengawas TPS bervariasi di setiap desa/kelurahan, bergantung jumlah TPSnya. Kita berharap para pengawas yang hari ini kita lantik bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan jujur," harapnya.

Ketika disinggung terkait belum selesainya proses perekrutan anggota KPPS, Demetris mengaku, sudah mengetahui hal tersebut.

Ia menyebut, Bawaslu sudah melakukan komunikasi dengan KPU Kabupaten TTS guna mempercepat proses perekrutan anggota KPPS.

Ia menyebut masalah SDM dan minimnya minat masyarakat untuk menjadi anggota KPPS menjadi penyebab utama belum selesai proses perekrutan anggota KPPS di Kabupaten TTS.

"Kita mengerti kondisi di lapangan seperti apa, oleh sebab itu kita dorong teman-teman di KPU untuk segera menyelesaikan perekrutan anggota KPPS. Pasalnya waktu pelaksanaan pemilu sudah semakin dekat sehingga kita berharap proses ini tidak akan menganggu penyelenggaraan pemilu nantinya," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved