Ignasius Jonan Gandeng Mgr Kherubim Beri Kuliah Umum di STFK Ledalero

Menteri ESDM, Ignasius Jonan Gandeng Mgr Kherubim Beri Kuliah Umum di STFK Ledalero

Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan diterima Uskup Maumere, Mgr. RD Edwaldus Martinus Sedu, dan Uskup (Emeritus), Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD, di STFK Ledalero, Pulau Flores, NTT, Sabtu (23/3/2019). 

Menteri ESDM, Ignasius Jonan Gandeng Mgr Kherubim Beri Kuliah Umum di STFK Ledalero

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Kuliah umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) RI, Ignasius Jonan, di STFK Ledalero, 8 Km arah barat Kota Maumere, Sabtu (23/3/2019) berlangsung santai dan penuh humor.

Jonan datang ke Maumere untuk memberi kuliah umum "Energi Berkeadilan untuk Rakyat". Kuliah umum itu diikuti civitas akademika STFK, alumni dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sikka.

Putri Soekarno Kampanye di Ende, NTT Tak Masuk Daftar Kampanye Prabowo Subianto

Ignas Jonan disambut Uskup Maumere, Mgr Edwaldus Martinus Sedu, dan Uskup (Emeritus) Mgr.Gerulfus Kherubim Parera, SVD. Jonan sangat akrab dengan kedua tokoh umat ini.

Ignasius Jonan lama menjabat erat tangan Mgr. Kherubim. Tampaknya keduanya sudah lama tak bersua. Bahkan Jonan sempat menanyakan tokoh umat Katolik gereja lokal di Sikka yang sudah pensiun.

Rumah Sakit Betun Bisa Layani Pemeriksaan TBC dan HIV/AIDS

Usai seremoni penerimaan adat Sikka, huler wair, Jonan menggandeng lengan Mgr.Kherubim dan menuntunnya menuju Aula St.Thomas Aquinas STFF Ledalero. Dua kali menaiki belasan anak tangga yang lumayan tinggi, Ignas Jonan setia menggandeng lengan Mgr.Kherubiem sampai di tempat rata.

Dalam kuliah umumnya, Ignas Jonan mengaku mengenal STFK Ledalero sekitar 40 tahun yang lalu bahkan jauh sebelum itu.

Ia mengakui, STFK Ledalero, seminari sangat terkenal di Indonesia. Sebanyak 19 uskup yang dihasilkan dari STFK Ledalero mungkin yang terbanyak di Indonesia.

"Tahun 1990-an, almahrum Mgr. Donatus Djagom, Uskup Agung Ende kalau berkunjung Surabaya saya yang diminta ayah melayaninya. Saya nyetir mobil mengantarnya ke mana keperluannya. Dari sana saya banyak kenal STFK," ujarnya.

Mantan Direktur Utama PT. Kerata Api Indonesia menuturkan, cerita bapak punya kebiasaan misa pagi setiap hari.

"Sekali waktu saya tanya, sebetulnya bapak misa pagi setiap hari mintanya apa kepada Tuhan? Dia berkata saya hanya minta satu ke Tuhan. Tapi, nanti dia cerita. Terus saya diam saja. Waktu lulus SMA, dia tanya mau ke seminari nggak? Saya bilang enggak," ujar Ignas Jonan mengundang tertawa.

Sang bapak, kata Ignas Jonan semakin kecewa ketika dirinya menikah. Dia bilang seumur hidupnya dia hanya berdoa, supaya saya menjadi seorang imam.

"Jadi yang sudah masuk seminari tinggi terus menjadi imam. Kalau gagal, jadinya kayak saya," kata Ignas Jonan.

Bertahun-tahun berkarya di berbagai tempat, diakui Ignas Jonan, dia mengundang sang bapak jalan-jalan ke tempat kerjanya, tetapi permintaan itu tak diminati bapaknya.
"Mungkin (bapak) patah hati," ujarnya kembali mengundang tertawa.

Ketika memimpin PT Kereta Api Indonesia, sambung Jonan, bapaknya mau datang. "Dia bilang sama dengan pelayanan umat dan masyarakat. Cita-citanya, saya melayani umat. Ini masih berlanjut sampai sekarang," imbuh Ignas Jonan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved