Wisudawati ini Ternyata Hamil saat Upacara Penyerahan Ijazah di Kupang, Ini Ceritanya

Tak lama setelah itu, seorang mahasiswi berjalan lamban sembari memegangi perutnya. Ia sedang dalam kondisi hamil.

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Debora Tamu Ina, lulusan Universitas Terbuka sempat pingsan saat acara penyerahan ijazah sedang berlangsung di Hotel Milenium Kupang. Rabu (20/3/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Langit cerah, angin sepoi-sepoi membelai wajah-wajah yang tampak ceria di depan Hotel Milenium Kota Kupang, Rabu (20/3/2019).

Hari itu menjadi begitu istimewa bagi orangtua, keluarga dan terutama 919 lulusan Universitas Terbuka Program Belajar Jarak Jauh (UBPJJ) Kupang. Yah, ke 919 lulusan UT yang sebagian sudah bekerja ini menerima ijazah Sarjana (S1).

Berbagai peristiwa mewarnai acara penyerahan ijazah patut disimak. Peristiwa-peristiwa itu setidaknya menjadi dari perjuangan orangtua, keluarga dan lulusan UT meraih gelar sarjana.

Pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, ribuan kursi di Hotel Milenium sudah terisi. 919 mahasiswa dan undangan duduk manis. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, semua berdiri ikut bernyanyi.

Seorang mahasiswi tampak memegangi kepalanya. Matanya sayu, perlahan terkatup. Ia rebah dan untung ditopang rekan disampingnya. Beberapa orang pria dan satpam bergegas menggotong mahasiswi itu ke sudut ruangan.

Di atas sebuah papan beralaskan karpet merah ia dibaringkan. Setelah olesi minyak dan diberi air putih, mahasiswi ini perlahan siuman dan kembali pulih, namun wajahnya masih tampak pucat.

Mengharukan,Tunggu Anaknya Terima Ijazah, Ibu 70 Tahun Tertidur Depan Hotel

Penyerang Liverpool Mohamed Salah Dinilai Tumpul, Sadio Mane Pikul Beban

Nama mahasiswi itu, Debora Tamu Ina, asal Sumba Timur. "Saya memang sedang sakit dan cepek," ungkap Debora kepada Pos Kupang, pelan.

Setengah jam kemudian, tim Brigade Kupang Sehat (BKS) tiba di Hotel untuk memeriksa kondisi Debora. Beberapa saat Debora bercakap-cakap dengan dr. Yoseph.

Tak lama setelah itu, seorang mahasiswi berjalan lamban sembari memegangi perutnya. Ia sedang dalam kondisi hamil. Butir-butir penuh tampak jelas mengalir di dahi dan pipinya. Tim BKS segera menyambanginya, lalu mengantar mahasiswi itu ke sudut ruangan.

Dari deretan tamu undangan, seorang pria paruh baya, melangkah gontai menuju tim BKS dan Debora. Terengah-engah, pria ini mengatakan kakinya perih karena luka.

Tim BKS pun bingung. "Waduh tadi kami di telfon untuk tangani satu orang, ternyata ada yang lain," ungkap salah satu anggota tim BKS. Pria ini lantas merebah di di atas papan dan tertidur pulas hingga acara selesai.

Saat pembagian ijazah berlangsung, dari balik kaca orangtua hingga anak-anak yang berada di luar Hotel berdesakan menyaksikan momen tersebut.

Keluarga yang hadir terpaksa menyaksikan acara tersebut dari balik kaca, lantaran ruangan acara padat dan hanya dikhususkan bagi lulusan dan satu orang pendamping saja.

Kendati demikian, keluarga yang ada di balik pintu kaca ini tampak antuasias menyaksikan rangkaian acara penyerahan ijazah.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved