Sama-sama Bertubuh Pendek, Apa Beda Stunting dan Orang Kerdil?

Sama-sama bertubuh pendek, apa beda Stunting dan orang kerdil? Ini penjelasannya

Sama-sama Bertubuh Pendek, Apa Beda Stunting dan Orang Kerdil?
KOMPAS.com/yanukit
Ilustrasi anak sekolah 

Sama-sama bertubuh pendek, apa beda Stunting dan orang kerdil? Ini penjelasannya

POS-KUPANG.COM - Stunting menjadi masalah kesehatan yang cukup mendapat perhatian pada debat calon presiden putaran ketiga semalam.

Seperti dibahas sebelumnya, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama sehingga membuat pertumbuhan anak tidak optimal.

KPK Geledah Ruang Menag Lukman Hakim, Uang Ratusan Juta Rupiah Disita

Kondisi yang terbentuk sejak 1.000 hari pertama kehidupan di dalam rahim itu tidak hanya menghambat pertumbuhan, tapi juga berisiko pada perkembangan kemampuan kognitif dan intelektual anak.

Namun, samakah stunting dengan kerdil atau pendek?

1. Indikator stunting

Dalam artikel Kompas.com edisi 8 Februari 2017, stunting menurut kamus UNICEF didefinisikan sebagai persentase anak usia 0 sampai 59 bulan dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak.

Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Jambret di Kota Kupang

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

"Stunting selalu dimulai dengan penurunan berat badan, biasanya pada usia 3 bulan karena asupan makannya kurang gizi," papar Dr.dr.Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) dalam artikel Kompas.com edisi 23 Januari 2019.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved