Dinas Pendidikan TTS Target Kenaikan Capaian Kurikulum dari D ke C
an sekolah berstandart nasional sendiri, 20-25 persen materinya disusun pusat, sedangkan yang 75-80 persen disusun di kabupaten
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota
POSKUPANG.COM, SOE – Jumat ( 1/3/2019) bertempat di aula SMP Negeri 3 Soe digelar sosialisasi juknis penyusunan soal ujian sekolah berstandar nasional untuk tingkat sekolah dasar (SD) yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa. Sosialisasi ini dihadiri seluruh kepala sekolah SD se Kabupaten TTS.
Edison yang ditemui usai kegiatan mengatakan, sosialisasi juknis penyusunan soal ujian sekolah bersandar nasional sendiri dilakukan guna memberikan arahan kepada para sekolah terkait teknis penyusunan soal ujian dan juga memberikan gambaran materi dalam soal ujian sekolah berstandart nasional.
Dengan kisi-kisi yang diberikan tersebut, diharap para kepala sekolah dalam menyusun soal ujian try out materinya berpatokan pada kisi-kisi yang diberikan dalam juknis penyusunan soal ujian sekolah berstandart nasional.
" Jadi untuk soal ujian sekolah berstandart nasional sendiri, 20-25 persen materinya disusun pusat, sedangkan yang 75-80 persen disusun di kabupaten. Dalam rangka penyusunan soal tersebut, maka kita perlu melakukan sosialisasi terkait juknis penyusunannya sehingga seluruh kepala sekolah tahu.
Selain itu, dalam juknis ini ada kisi-kisi soal terkait ujian sekolah berstandart nasional sehingga para kepala sekolah bisa berpatokan pada kisi-kisi tersebut dalam menyusun soal try out.
Sehingga para peserta ujian bisa mendapatkan gambaran soal ujian sekolah berstandart nasional nantinya," ungkap pria berkaca mata ini.
Disinggung target dari Dinas Pendidikan sendiri, Edison mengaku, dirinya memasang target pencapaian kurikulum di Kabupaten TTS harus naik.
Pasalnya pada tahun ajaran 2017/2018, capaian kurikulum tingkat SD di kabupaten TTS masih meraih nilai D. Hal ini disebabkan, karena 90 sekolah dasar di Kabupaten TTS masih meraih nilai dibawah rata-rata nasional yaitu 55,5.
Oleh sebab itu dirinya menargetkan raihan capaian kurikulum naik menjadi C.
" 90 sekolah yang nilai ujian sekolah berstandart nasional tahun kemarin banyak di bawah angka 55,5 kita berikan perhatian khusus. Kita sudah genjot dari tahun kemarin untuk mempersiapkan peserta ujiannya. Kita berharap ditahun ini minimal bisa naik menjadi C," harapnya.
Usai pelaksanaan sosialisasi juknis penyusunan soal ujian sekolah berstandart nasional, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyusunan sosial oleh kelompok kerja guru yang terdiri dari 32 perwakilan kelompok kerja guru yang tersebar di 32 Kecamatan se Kabupaten TTS.
Para perwakilan guru yang terlibat dalam penyusunan soal sendiri sudah mengikuti diklat terkait penyusunan soal ujian sekolah berstandart nasional. Pasca tersusun, soal-soal tersebut akan diedit sebelum dicetak.
Usai dicetak, soal akan didistribusikan ke 306 sekolah penyelenggara dan 198 sekolah tergabung (belum teragreditasi). Ujian sekolah berstandart nasional tingkat SD di Kabupaten TTS akan digelar mulai tanggal 23 hingga 27 April mendatang dan diikuti 12.610 peserta. (*)
