Gubernur Laiskodat Terima Kasih Pada El Tari yang Membangun Undana

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berterima kasih kepada pendahulunya, Gubernur El Tari yang telah bersusah payah membangun Undana Kupang

Gubernur Laiskodat Terima Kasih Pada El Tari yang Membangun Undana
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik Benu M.Si, Ph.D saat menghadiri Wisuda Undana periode pertama 2019 di Undana pada Kamis (28/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berterima kasih kepada pendahulunya, Gubernur El Tari yang telah bersusah payah membangun Undana Kupang demi pembangunan pendidikan di NTT. Ia juga berterima kasih kepada Undana yang telah melahirkan banyak sarjana untuk membangun NTT.

Hal ini disampaikan Viktor dalam sambutannya pada wisuda doktor, magister, profesi dan sarjana untuk periode pertama tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Rektorat Lama Universitas Nusa Cendana Jalan Adisucipto Penfui Kupang, Kamis (28/2/2019).

"Saya berterimakasih kepada Undana yang begitu banyak telah memberikan sarjana untuk pembangunan NTT. Saya juga berterimakasih kepada pendahulu saya bapak El Tari yang telah berjuang susah payah menghadirkan Undana di NTT untuk pembangunan pendidikan NTT," katanya.

Wali Kota Kupang Tinjau Kelurahan Liliba Pasca Disapu Angin Puting Beliung

Viktor, mencitrakan El Tari sebagai sosok yang mempunyai pemikiran tentang membangun pendidikan NTT.

Saat ini, diakui Viktor, masalah terbesar yang dihadapi NTT adalah rendahnya semangat literasi sehingga hingga hari ini masih dikenal sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia.

"Kalau miskin itu adalah sebab dari ketidak mampuan SDM untuk mengelola sumber daya yang ada," lanjut Viktor.

Belasan Imam Baru Tamatan Seminari Tinggi St Mikhael Kembali ke Almamater

Oleh karenanya, ia mengajak para wisudawan untuk mampu menggunakan teknologi untuk membangun potensi yang ada di provinsi yang terkenal dengan julukan nusa tertinggi toleransi ini.

"Kita harus mampu menggunakan teknologi yang ada untuk membangun seluruh potensi yang ada. Tetapi kita juga mesti pastikan bahwa alat yang diciptakan oleh adalah baik dan sempurna," ujarnya mengingatkan.

Ia juga mengingatkan agar sebagai generasi muda NTT, harus optimis dalam membangun diri.

"Karena itu kita harus optimis dalam membangun diri kita. Teknologi informasi membantu kita untuk menunjukan jati diri kita. Orang NTT jangan menghilangkan jati dirinya oleh teknologi. Kita tunjukan kepada dunia dengan memposting karya-karya tangan NTT. Nilai-nilai dan peradaban orang NTT tetap kokoh di zaman teknologi yang semakin canggih," katanya.

Undana meluluskan sebanyak 716 wisudawan yang terdiri dari wisudawan program doktor, program pascasarjana, program profesi serta sarjana.

Dalam wisuda kali ini, Undana melepaskan wisudawan termuda yang berusia 19 tahun 8 bulan atas nama Zhamy Octavianus S.Si dari Prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi yang lahir pada 8 Desember 1999 dan wisudawan tertua berusia 57 tahun atas nama Iriantini MJ Takalapeta SH,MH dari Prodi Ilmu Hukum Pascasarjana yang lahir di Ende pada 11 Februari 1962.

Dalam wisuda kali ini, Undana juga melahirkan 11 lulusan terbaik. Mereka terdiri dari Yusuf RA Kekado, S.Sos, MH Prodi Hukum Pascasarjana dengan IPK 3,93; Dewi S Yuliani Bahan, S.Pd dari Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,91; Yulita Nata, S.Sos dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Politik dengan IPK 3,85; Naomi Anggela Datu Hendrik, S.H Jurusan Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum dengan IPK 3,71; Arief Triyatmiko Nenohai, S.Ak dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis dengan IPK 3,71 dan Anastasia Naha Ana Awa S.Pi Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Kelautan dan Perikanan dengan IPK 3,56.

Berikutnya, Khafidh Tri Ramdhani, SP Jurusan Agribisnis Faperta dengan IPK 3,80; Filemon Y Lanata S.Pt dari Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan dengan IPK 3,69; Ignasius Renaldo Mampu SKM jurusan PKIP FKM dengan IPK 3,79; Viany Yulister Ayal, S.Ked Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,62 serta Maria Yulita Trida Tahu Jurusan Matematika FST dengan IPK 3,82.

Dalam upacara wisuda, dibawakan orasi ilmiah oleh Santri E.P Djahimo S.Pd, M.App.Ling, Ph.D dengan judul World Englishes : Suatu pengenalan terhadap konsep penggunaan bahasa Inggris di Negara Non Berbahasa Inggris pada wisuda sesi pertama yang berlangsung pukul 08.00 sampai 11.30 Wita. Sedang pada sesi kedua dibawakan oleh Imanuel Benu S.Pt, Ph.D dengan judul Pemanfaatan nitrate sebagai pakan suplemen dalam menekan produksi gas metana dari ternak ruminansia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved