Bupati Dula Mengaku Pemkab Manggarai Barat Tidak Dilibatkan dalam Badan Otorita Pariwisata

Bupati Dula Mengaku Pemkab Manggarai Barat Tidak Dilibatkan dalam Badan Otorita Pariwisata

Bupati Dula Mengaku Pemkab Manggarai Barat Tidak Dilibatkan dalam Badan Otorita Pariwisata
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, didampingi Wakil Bupati Maria Geong dan para unsur Forkompinda, saat konferensi pers di Pantai Pede, Labuan Bajo, Senin (25/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, mengakui keberadaan Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo, tidak melibatkan pemerintah kabupaten.

Dia menyampaikan itu dalam konferensi pers di Pantai Pede Labuan Bajo, saat peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT ) Kabupaten Manggarai Barat ke-16, Senin (25/2/2019).

"Sebenarnya Badan Otorita Pariwisata itu pemerintah kabupaten tidak dilibatkan. Bahkan pemerintah provinsi sebagai ex oficio, gubernur sebagai ketuanya. Kalau memang badan itu ada fungsi koordinatif, saya sangat mengharapkan dan kami sudah bicarakan di pemerintah pusat agar pemerintah kabupaten terlibat di dalamnya karena berada di Kabupaten Manggarai Barat," kata Agustinus.

Bertemu Uskup Maumere, Sandiaga Cerita Masa Lalu di SMA Katolik Pangbudi Luhur

Dia meminta Badan Pelaksana Otorita Pariwisata harus memperhatikan dan mengutamakan potensi-potensi lokal.

"Termasuk SDM harus diperhatikan, pangan lokal, alam, budaya lokal, ekonomi lokal juga harus diperhatikan," kata Agustinus.

Pelaku Kampanye Hitam Harus Ditindak, Tak Terkecuali Pendukung

Saat ditanya apakah pemerintah kabupaten tidak bisa menjalankan fungsi koordinatif dan otoritatif sehingga kedua fungsi tersebut harus dijalankan oleh Badan Pelaksana Otorita Pariwisata sebagai tugas utama mereka.

"Saya rasa pemerintah kabupaten bisa menjalankan itu tetapi kapan. Dua fungsi itu bisa kami lakukan tetapi sampai kapan tempo. Badan Otorita bertujuan untuk mempercepat pembangunan pariwisata," kata Agustinus.

Dia berharap Badan Otorita Labuan Bajo, Flores, bisa seperti Nusa Dua dan Batam.
"Tinggal kita belajar, di Nusa Dua yang tidak baiknya yang bagaimana, jangan pakai di Labuan Bajo. Di Batam yang tidak baiknya jangan kita pakai di Labuan Bajo," kata Agustinus.

Menurutnya yang paling penting adalah mempercepat pengembangan industri pariwisata.

"Kalau kita harapkan APBD dua, ya kapan selesainya. Tanpa keterlibatan investor juga tidak mungkin," kata Agustinus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved