Berita Ekonomi Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Jamin Penuh Jika Peserta Mengalami Kecelakaan Kerja

BPJS Ketenagakerjaan menanggung penuh atau unlimited biaya medis bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja

BPJS Ketenagakerjaan Jamin Penuh Jika Peserta Mengalami Kecelakaan Kerja
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Valeria Iren Naben, penata madya pelayanan BPJS Ketenagakerjaan cabang Kupang foto bersama dengan pelanggan.

POS-KUPANG.COM | GIANYAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menanggung penuh atau unlimited biaya medis bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan saat bekerja.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto memastikan, pihaknya akan menanggung penuh atau unlimited biaya medis peserta  BPJS Ketenagakerjaan.

"Berapa pun biayanya akan kami tanggung sampai sembuh," kata Agus Susanto saat berkunjung ke RS Kasih Ibu Saba, Gianyar, Bali, untuk menjenguk Anak Agung Gede Parwatha yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (12/2/2019).

Agus mengatakan, staf gudang di PT Unggul Rejeki Makmur (Bintang Supermarket) tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas saat pulang kerja, Kamis (17/1).

Diperkirakan 14 Orang, KPU Umumkan Daftar Tambahan Caleg Eks Koruptor Minggu Depan

Bocah Yatim Piatu Berusia 12 Tahun Ini Bisa Hidupi Keluarga dengan Jualan Cilok, Begini Kisahnya

Akibat kecelakan tersebut, pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan pembedahan di otak dan tulang atau ortopedi.

"Saat ini, saya mendapat laporan biaya yang dikeluarkan sudah mencapai Rp 360 juta per Selasa (12/2/2019) ini. Korban belum sembuh dan koma. Kami akan tanggung semua biaya sampai sembuh," ucap Agus.

Adapun terkait prosedur tindakan medis peserta BPJS Ketenagakarjaan, Agus memastikan bahwa RS tidak perlu meminta izin terlebih dahulu ke pihaknya. Berapa pun besar tindakan medis pasien akan ditanggung.

Tak hanya itu, karena korban belum sadar dan tidak bisa bekerja, Agus mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santuan upah sementara. Rinciannya adalah tiga bulan pertama pasien mendapat gaji penuh.

Tiga bulan kedua pasien akan memperoleh santuan sebesar 75 persen dari total gaji. Lalu tiga bulan sesudahnya lagi mendapatkan 50 persen atau setengah dari keseluhan nominal gaji hingga seterusnya.

"Jadi sekali lagi saya mengingatkan seluruh pekerja di Indonesia, pastikan Anda memiliki jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan. Karena manfaatnya bisa lihat dari kejadian yang menimpa staf gudang di Bintang Supermarket, Gianyar, Bali," ujarnya.

Pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan mengalami kenaikan di sepanjang tahun 2018 dengan total klaim kepada peserta sebesar Rp 24 triliun.

Pembayaran klaim terbesar adalah program JHT yang mencapai Rp 22 triliun untuk pengajuan 1,9 juta kasus. Terbesar kedua, yaitu pembayaran klaim JKK, di mana BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim sebesar Rp 1,2 triliun untuk 173 ribu kasus.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif menyampaikan, pihaknya membayarkan klaim Rp 24 triliun untuk seluruh program yang diselenggarakan perseroan, dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKM). (kontan.co.id)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved