Ibu dan Anak Tewas Saat Terjun dari Jembatan 100 Meter, Lewat Surat Ibu Ini Menyampaikan Isi Hatinya

Ibu dan Anak Tewas Saat Terjun dari Jembatan 100 Meter, Lewat Surat Ibu Ini Menyampaikan Isi Hatinya

Ibu dan Anak Tewas Saat Terjun dari Jembatan 100 Meter, Lewat Surat Ibu Ini Menyampaikan Isi Hatinya
KOMPAS.com/Mirror
Jessy Paola Moreno dan putranya May Ceballos 

Ibu dan Anak Tewas Saat Terjun dari Jembatan 100 Meter, Lewat Surat Ibu Ini Menyampaikan Isi Hatinya

POS-KUPANG.COM | BOGOTA - Sebuah catatan dari ibu yang memeluk putranya dan bunuh diri di jembatan Kolombia mengungkapkan dia melakukan aksinya karena terlilit hutang besar.

Perempuan yang diidentifikasi bernama Jessy Paola Moreno Cruz itu memeluk putranya yang masih berusia 10 tahun, May Ceballos. Tak mengindahkan bujukan tim penyelamat, Jessy memeluk putranya dan terjun dari jembatan La Variante di Ibague, kawasan Tolima.

Dipaksa Menikah dengan Pria 53 Tahun, Gadis Usia 15 Tahun Nekad Menaiki Menara Tangki Air

Dalam video yang beredar seperti diwartakan Daily Mirror Selasa (12/2/2019), keputusan untuk terjun dari jembatan 100 meter itu menewaskan mereka berdua.

Media lokal merilis catatan Jessy mengungkapkan masalah finansial yang dihadapi membuatnya terpaksa meninggalkan rumah.

Sehari Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Caleg Gerindra Cekcok dengan Suami

Dalam kondisi terjepit, dia memilih meminjam uang dari rentenir berbahaya dengan pembayaran bunga antara 20 hingga 40 persen.

Setelah rentenir itu menagih pembayaran dan mengancamnya, perempuan berusia 32 tahun itu merasa bunuh diri adalah satu-satunya solusi.

Dalam suratnya, Jessy menuturkan dia tidak bisa berhenti memikirkan dampak jika putranya diancam karena masalah utang tersebut.

"Jadi, saya lebih suka jika kita meninggalkan dan melupakan saja dunia ini," terang Jessy yang melanjutkan, dia merasa tak berdaya dan dipermalukan.

Sebabnya, pria yang dia cintai meninggalkannya. Jessy mengutarakan segala yang dia kerjakan dan perjuangkan menjadi sia-sia.

Jessy melanjutkan, dia merasa telah mengecewakan putranya karena tak bisa membayar biaya sekolah maupun punya uang untuk membeli makanan.

"Ibu minta maaf karena telah membuatmu kecewa nak. Setiap hari diisi oleh ancaman, utang, dan kurangnya kasih sayang. Saya tak bisa lagi menanggungnya," ucapnya.

"Kini, saya tak akan membuatmu kecewa lagi nak. Tidak akan ada orang yang bakal menyakiti kita lagi," tutup surat Jessy.

Jenazah keduanya ditemukan tak lama setelah terjun di sungai. Pemakaman mereka berdua dihadiri oleh kerabat dan warga sekitar. Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved