Begini  Permintaan J-RUK NTT Kepada Balai Latihan Kerja  Luar Negeri  

Jariangan Relawan untuk Kemanusiaan (J-RUK) NTT meminta Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) yang ada di NTT agar jeli dalam memberi pelatihan ketr

Begini  Permintaan J-RUK NTT Kepada Balai Latihan Kerja  Luar Negeri  
ISTIMEWA
Ilustrasi: Para peserta pelatihan keterampilan menjahit di BLK Disnakertrans NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Jariangan Relawan untuk Kemanusiaan (J-RUK) NTT meminta Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) yang ada di NTT agar jeli dalam memberi pelatihan ketrampilan bagi calon Buruh Migran Indonesia (BMI) . Begitu juga dengan PJTKI yang melakukan perekrutan terhadap calon BMI asal NTT.

Hal ini disampaikan Herman Seran dari J-RUK NTT pada acara konfrensi Pers Memorial Almarhum Adelina Sau

Adelina Sa’u ,salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang meninggal di Malaysia 11 Februari 2018 lalu.

Barcelona Siapkan Jalan Terbaik Antisipasi  Lionel Messi Pensiun

France Football, Nobatkan Klub Raksasa Spanyol, Real Madrid sebagai Klub Terbesar di Dunia

Acara ini berlangsung di Kantor Sinode GMIT , Selasa (12/2/2019).
Kegiatan ini juga dalam rangka peringatan satu tahun kematian Adelina.

Menurut Herman, saat ini Pemerintah NTT meoratorium perekrutan dan pengiriman BMI/TKI , selain itu sudah ada BLKLN di Kota Kupang, karena itu pihak yang merekrut calon BMI harus jeli, sebab meskipun ada BLKLN, tetapi proses perekriutannya tidak benar, maka berakibat fatal pula.

"Kalau ada BLKN tapi yang direkrut juga adalah orang yang salah maka hasilnya juga pasti salah. Karena itu, kita minta ini jadi perhatian bagi PJTKI dan BLKLN," kata Herman.

Dia mencontohkan, ada salah satu TKI di Malaysia yang belerja selama tujuh tahun tetapi tidak pernah menerima upah.

"Begitu juga ada masalah lain, bahwa setelah dikirim itu secara normal, tapi tidak tahu berapa yang kembali," katanya.

Dia mengakui, banyak sekali BMI asal NTT yang ketika tiba di Malaysia, semua dokumennya diambil oleh agen yang mempekerjakan mereka, sehingga apabila ada masalah, para BMI sulit menunjukkan identitas mereka.

" Selama kami dari J-Ruk tangani kasus TKI, tidak ada satupun dokumen ada di tangan TKI/BMI. Dokumen itu ada pada agen. Bagaimana orang bawa kendaraan tapi SIMnya dipegang orang lain," katanya.

Dia membeei testimoni juga bahwa pernah mendampingi salah satu ibu asal Atapupu dan ketika diperiksa dirinya tidak dapat menunjukkan dokumen
"Beruntung majikannya datang barulah ibu ini diakui memiliki dokumen karena majikan itu meyakinkan petugas ," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved