Kepala Sekolah SD GMIT Kakan Berikan Klarifikasi Ke Dinas P dan K, Terkait Dana PIP
Dirinya bertemu dengan Kepala bidang pendidikan dasar, Jamury Liunokas dengan membawa bukti tanda terima uang PIP tahun pelajaran 2015/2016
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Kepsek SD GMIT Kakan Berikan Klarifikasi Ke Dinas P dan K, Terkait Dana PIP
POS-KUPANG.COM|SOE – Pasca diberitakannya dugaan penyelewengan dana PIP tahun anggaran 2016 dan 2017 oleh Kepala sekolah ( Kepsek) SD GMIT Kakan, Lukas Betty, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( P dan K) Kabupaten TTS langsung melakukan klarifikasi kepada sang Kepsek.
Kepada POS-KUPANG.COM, Selasa ( 12/2/2019) pagi, Kepsek Lukas mengaku, kemarin, Senin ( 11/2/2019) sudah melakukan klarifikasi langsung ke Dinas P dan K.
• Polisi Temukan Banyak Pengendara di Malaka Tidak Pakai Helm
• TNI Belajar Tenun Agar Bisa Bantu Masyarakat Kabupaten Belu
Dirinya bertemu dengan Kepala bidang pendidikan dasar, Jamury Liunokas dengan membawa bukti tanda terima uang PIP tahun pelajaran 2015/2016.
Sedangkan untuk tahun pelajaran 2016/2017 dan 2017/2018, Lukas mengaku, anggarannya belum dicairkan karena belum seluruhnya masuk ke rekening siswa.
"Kalau yang tahun pelajaran 2015/2016 sudah diterima oleh orang tua siswa. Ada 143 penerima dengan total anggaran 100 juta lebih. Saya ada bukti tanda terima semua. Sedangkan yang orang tua tuduh adanya pemotongan itu tidak benar. Yang benar adanya kesepakatan orang tua murid disaksikan komite sekolah untuk memberikan sedikit ucapan terima kasih kepada petugas yang mengurus pencairan dana PIP. Karena ini cairnya satu kali," jelas Lukas.
• Ramalan Zodiak Selasa 12 Februari 2019, Virgo Masalah Keuangan, Scorpio Bosan
• Ibu Rumah Tangga Tewas di Tangan Perampok, Satu Tersangka Berhasil Dilumpuhkan

Dirinya membantah tuding para orang tua murid yang menyebut dirinya menyelewengkan dana PIP tahun 2017.
Pasalnya hingga saat ini dana PIP tahun 2017 belum dicairkan karena belum masuk ke rekening siswa.
Jumlah penerima beasiswa PIP pun mengalami penurunan drastis. Jika tahun sebelumnya jumlah penerima mencapai 143 siswa, di tahun 2017 hanya 53 siswa.
Angka ini kembali mengalami penurunan signifikan di tahun 2018, dimana hanya 10 siswa yang menerima dana PIP.
• PLN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 hingga S1, Ini Jurusan yang Dibutuhkan
• Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 Makan Dari Pohon Kehidupan
"Dana PIP tahun 2017 dan 2018 belum cair bagaimana saya bisa selewengkan. Tidak percaya coba tanya sendiri di Bank BRI Cabang SoE. 2018 juga belum cair, hanya dua siswa yang dananya sudah di transfer pemerintah pusat. Saya tidak tahu kenapa dana tahun 2017 belum dicairkan tetapi ada penerima tahun 2018 yang dananya sudah dicairkan. Tetapi hingga saat ini uangnya belum diambil dan buku rekening sudah ditangan orang tua siswa masing-masing, " tegasnya.
Ketika disinggung desakan orang tua siswa agar dirinya memberikan penjelasan kepada para orang tua siswa terkait dana PIP tahun 2016,2017 dan 2018, Lukas mengaku siap memberikan penjelasan pasca pulang dari Dinas P dan K.
Dirinya akan menyiapkan seluruh data terkait pencairan dana PIP sehingga para orang tua bisa mengerti.
• Westlife Blak-blakkan Ingin Kolaborasi Dengan BTS Dalam Waktu Dekat Lihat Reaksi Tak Terduga BTS Ini
• Kronologi Lengkap Anggota Polisi Satlantas TTU Pukul Pengendara Motor, Videonya Jadi Viral di FB
"Saya minta maaf kalau selama ini belum jelaskan ke seluruh orang tua siswa. Ada sekitar empat orang tua siswa yang datang ke rumah dan sudah saya jelaskan, mereka bisa mengerti. Habis klarifikasi di dinas, saya akan agenda undang orang tua siswa penerima PIP untuk berikan penjelasan," janjinya.
Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Gara-gara tak kunjung memberikan penjelasan terkait dana PIP tahun 2016 dan 2017, Kepala sekolah ( Kepsek) SD GMIT Kakan, Lukas Betty dituding "makan" uang PIP siswa.
• Puluhan Kendaraan Bermotor di Malaka Terjaring dalam Operasi
Pasalnya menurut para orang tua, uang dibagikan pada Maret 2018 oleh Kepsek Lukas, belum merupakan keseluruhan hak penerima PIP. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kotan)