Diduga Trauma, Bocah Perempuan yang Dianiaya Kakaknya Histeris Saat Ditemui Wartawan

Diduga Trauma, Bocah Perempuan yang Dianiaya Kakaknya Histeris Saat Ditemui Wartawan

Diduga Trauma, Bocah Perempuan yang Dianiaya Kakaknya Histeris Saat Ditemui Wartawan
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Korban NA sedang menangis merengek saat digendong anggota Tim Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur. 

Diduga Trauma, Bocah Perempuan yang Dianiaya Kakaknya Histeris Saat Ditemui Wartawan

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - NA bocah perempuan berusia 7 tahun siswa sekolah dasar (SD) di salah satu SD di Kota Waingapu yang merupakan korban penganiayaan kakak kandungnya berinisial SSM (25) seorang ibu rumah tangga di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menangis histeris saat hendak ditemui wartawan.

Hari Senin (11/2/2019) siang para wartawan dihantar oleh sejumlah anggota Tim Penyidik untuk menemui Korban NA yang sedang ditampung di rumah milik Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Sumba Timur Drs. Wanja Wairundi yang beralamat di Tandairotu, Kelurahan Prailiu, Kecamataan Kambera.

Zeromatic Belleza, Mesin Cuci Hemat dari Polytron, Peraih Top Digital PR Award 2019

Saat memasuki rumah para wartawan bersama anggota penyidik dipersilahkan masuk ke dalam rumah oleh Wanja. Setelah memasuki ruang lobi rumah itu, Wanja kemudian menyuruh keluarganya untuk mengendong korban NA dan menemui para wartawan, namun tangis histeris dari NA terdengar pecah di telinga.

Wanja kemudian membujuknya dan NA digedong keluarganya untuk menemui wartawan, NA tetap menangis histeris. Begitu juga saat dipangku oleh salah satu anggota tim penyidik.

Data Terakhir, Ini Jumlah Sekolah di Provinsi NTT yang Mengikuti UNBK 2019

Bujukan dan rayuan tetap dilakukan namun korban NA rupahnya masih merasa takut dan trauma yang menimpahnya apalagi tindakan keji yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya adalah SSM (25) yang merupakan kakak kandung sulungnya sendiri sehingga korban terus menangis dan merengek hingga akhirnya dikembalikan di ruangan belakang rumah, lalu korban diam ketika dibuka televisi kemudian korban terlihat menonton televisi.

Wanja kepada wartawan mengatakan korban menangis karena korban masih sangat takut dan trauma dengan kejadian yang menimpah diriya, apalagi yang melakukan penganiayaan itu adalah kakak kandung sulung korban berinsial SSM.

Wanja menjelaskan untuk sementara korban ditampung di rumahnya karena memang penitipan korban seharusnya diserahkan kepada Pemerintah, Namun karena di Dinsos Kabupaten Sumba Timur sudah banyak ditampung anak-anak korban, sehingga korban dititipkan ke dia.

"Memang ada kesepakatan dari orang tua, Pemerintah dan pihak Kepolisian dari Polres Sumba Timur sambil menungguh selesainya berkas kasus ini baru kita kembalikan ke Orang Tuanya beralamat di Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah," kata Wanja.

Sementara itu, SSM (25) saat ditanyai Wartawan di Ruang Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur, Senin (11/2/2019) mengaku tega menganiaya adik kandungnya perompuanya sendiri yang masih bocah berinisial NA (7) siswa sekolah dasar (SD) di salah satu SD di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur karena korban NA tidak mau belajar.

SSM juga mengaku, ia tega melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri tersebut selama tiga hari berturut-turut. Ia menganiaya adiknya yang masih bocah itu dengan cara dipukul dan digigit.

"Saya lakukan tiga hari berturut-turut, dengan cara dipukul sama digigit,"ungkap SSM.

Korban NA sendiri tinggal bersama tersangka SSM yang merupakan kakak kandungnya itu sejak berusia tiga tahun.

"Dia (korban) tinggal dengan saya sejak usia tiga tahun, sekarang sudah tujuh tahun usianya," terang SSM.

Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh Tim Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur sudah memasuki SDPD. SSM juga mengaku bersalah karena telah melakukan penganiayaan terhadap saudara kandungnya sendiri. Ia juga menyesal atas perbuatannya itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved