Berita Ekonomi Bisnis

Ini Penjelasan Perusahaan Jasa Pengiriman di Kupang Menunggu Keputusan Asperindo

Perusahaan Jasa Pengiriman di Kota Kupang masih menunggu keputusan Asperindo untuk hentikan sementara pengiriman kargo via pesawat

Ini Penjelasan Perusahaan Jasa Pengiriman di Kupang Menunggu Keputusan Asperindo
POS_KUPANG.COM/YENI RACHMAWATI
Sales Counter JNE Cabang Utama Kupang, Nadya tengah melayani masyarakat sementara melakukan pengiriman di Kantor JNE cabang Utama Kupang, Senin (4/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachamawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Perusahaan jasa pengiriman di Kota Kupang masih menunggu keputusan dari kantor pusat perusahaan dan Asperindo terkait dengan penghentian sementara pengiriman karco dengan jalur udara

Branch Manager TIKI Cabang Utama Kupang, Ayatullah Khumaini, ketika dihubungi Pos Kupang, Selasa (5/2/2019) menyampaikan Asperindo telah menyepakati untuk melakukan penghentian sementara pengiriman kargo.

Tapi keputusan resmi untuk dihentikan sementara belum diterima dari kantor pusat.
Kantor Cabang Kupang menunggu keputusan tersebut melalui surat edaran resmi.

Maskapai Menaikkan Tarif SMU, Asperindo Hentikan Pengiriman Via Udara

Untuk Mendapat NIP, Jaringan Internet di Manggarai Barat Terganggu

Bila surat edaran itu telah sampai maka kantor cabang akan mengikuti keputusan sesuai instruksi yang disampaikan oleh pusat.

Branch Manager JNE Cabang Utama Kupang, Emi Khilafat ditemui di kantornya, mengakui juga mendengar isu atau wacana penghentian tersebut. Namun untuk persisnya seperti apa ia belum mendapat surat edaran resmi.

Sengketa Kepegawaian Jadi Kasus Dominan di PTUN Kupang

PSI Nilai UU Penodaan Agama Bersifat Karet, Ini yang Dilakukan Jika Lolos ke Parlemen di Pemilu 2019

"Kami sedang menunggu dari Asperindo Pusat. Wacananya sudah dengar tapi surat edaran resmi belum ada. Kalau memang itu dilakukan, kita menunggu dari pusat karena mengenai itu tidak diputuskan dari sini," tuturnya.

Menurutnya, penghentian sementara ini mungkin bagian dari aksi yang ditujukan kepada pemerintah mengenai tarif kargo.

Sebab sebelum rencana penghentian ini, Asperindo sempat mengajukan peninjauan kembali tarif kargo yang dirasa terlalu tinggi.

Namun sampai saat ini, kata Emi, belum ada respon dari pemerintah terkait tarif kargo tersebut. Mungkin bila pemerintah tidak merespon maka mungkin aksi tersebut akan dilakukan.

Aksi ini dilakukan karena seluruh expedisi di seluruh Indonesia merasakan kenaikan tarif kargo yang sangat tinggi. Kenaikan tersebut di daerah lain ada yang mencapai 100 hingga 200 persen.

Kenaikan ini, kata Emi, dampaknya bukan saja pada perusahaan tetapi meluas hingga masyarakat. Misalnya yang mengirim anak ayam, bibit tanaman dan produk online melalui kargo.

Sedangkan kenaikan tarif kargo di Kota Kupang sekira 60-70 persen. Oleh karena itu dirinya berharap agar tarif kargo ini bisa menjadi perhatian, untuk meringankan seluruh expedisi. Karena tingginya sangat signifikan.

"Memang kenaikan tarif kargo di sini tidak terlampau tinggi seperti daerah lain yang mencapai 100 persen. Tapi kenaikan tersebut sangat dirasakan," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved