Berita Ekonomi Bisnis

BREAKING NEWS: Maskapai Menaikkan Tarif SMU, Asperindo Hentikan Pengiriman Via Udara

Maskapai menaikkan tarif untuk Surat Muatan Udara sangat tinggi sehingga Asperindo sepakat menghentikan sementara pengiriman kargo lewat udara

BREAKING NEWS: Maskapai Menaikkan Tarif SMU, Asperindo Hentikan Pengiriman Via Udara
POS_KUPANG.COM/YENI RACHMAWATI
Sales Counter JNE Cabang Utama Kupang, Nadya tengah melayani masyarakat sementara melakukan pengiriman di Kantor JNE cabang Utama Kupang, Senin (4/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA-Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) sepakat akan menghentikan pengiriman kargo lewat jalur udara untuk sementara waktu.

Direncanakan mulai tanggal 7-9 Februari 2019.

Ketua Umum Asperindo, Mohamad Feriadi, di Jakarta, Senin (4/2/2019) mengatakan, langkah tersebut diambil untuk merespon adanya kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang diberlakukan maskapai penerbangan.

Menurutnya, kenaikan tarif yang ditetapkan maskapai secara tiba-tiba sehingga, pihaknya bersama anggota Asperindo kaget dengan adanya kebijkan baru itu.

Ternyata Ini Asalan Muda-mudi Banjiri Bukit Cinta Penfui

Agum Gumelar Bilang Keliru Besar Mendukung Gerakan Radikal karena Tidak Suka pada Pemerintah

"Kondisi kita, Asperindo sekarang ini tengah menghadapi tsunami. Tsunami-nya itu adalah adanya kenaikan tarif SMU," kata Feriadi

Menurutnya, sejauh ini, rencana penghentian pengiriman barang via kargo oleh anggota Asperindo ini akan dilakukan pada 7-9 Februari 2019. Namun, keputusan ini belum resmi karena masih dalam tahap pembahasan.

"Itu belum officially now. Karena ada kewenangannya di bawah tim kami, tim pokja, untuk aksi itu," jelasnya.

Agum Gumelar Sebut Ada Magnet di Dalam Tubuh Jokowi Selain Sosok Jujur dan Sederhana

Dia menyebutkan, kenaikan tarif SMU bagi Asperindo merupakan momok menakutkan.

Sebab, jika SMU naik mau tidak mau perusahaan harus menyesuaikan tarif baru yang dikenakan pada pelanggan atau konsumen.

Agar tak membenani biaya operasional. "Kenapa tsunami? kerena memang pemberitahuannya sangat singkat. Penyesuaian tarif saat kita memberitahukan kepada konsumen itu, dituntut paling tidak harus satu bulan pemberitahuan," tuturnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif SMU ini diberlakukan oleh semua maskapai penerbangan. Bahkan kenaikan hingga 300 persen. Sejauh ini, maskapai belum menyampaikan alasan dinaikkannya tarif SMU.

"Makanya aksi ini kami lakukan dengan harapan keluhan kami didengarkan (pemerintah)," harapnya. (kompas.com)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved