Breaking News

Fakta Terbaru Sopir Bemo Perkosa Anak SD, Korban Merasa Galau dan Dilema

Sopir Bemo Perkosa Anak SD, YN Merasa Galau dan Dilema. Ini pengakuan yang disampaikan korban terhadap adiknya.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Bebet I Hidayat
Pos-Kupang.com/ryan nong
Marten Alfi (23) dan korban YN (12) saat ditemukan dalam bemo angkutan kota Eminem di depan Pasar Kasih Naikoten Kupang, pada Kamis (31/1/2019) siang. 

Sopir Bemo Perkosa Anak SD, YN Merasa Galau dan Dilema

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sopir Bemo Perkosa Anak SD, YN Merasa Galau  dan Dilema

Sehari usai dilaporkannya kasus rudapaksa atau perkosaan yang menimpa YN (12) siswi SD di Kupang oleh Ten alias MA (22) sopir bemo angkutan kota Eminem, tetangga korban memberikan keterangan mengejutkan.

Ketika ditemui POS-KUPANG.COM di daerah Tofa, Kelurahan Maulafa Kecamatan Maulafa Kota Kupang pada Jumat (1/2/2019) siang, seorang tetangga yang mengenal keluarga YN memberi keterangan baru tentang YN.

Ibu rumah tangga itu menuturkan jika sebelum kejadian YN diajak jalan-jalan dengan menumpang bemo angkutan kota yang dikemudikan oleh Ten pada Rabu (30/1/2019) siang, YN sempat curhat ke adik perempuan nomor duanya yang baru berusia 10 tahun.

Pasca Sopir Bemo Perkosa Anak SD, Begini Kondisi Korban Kini, Guru dan Kepala Sekolah Datangi YN

Jet Tempur NATO Ganggu Pesawat Pejabat Rusia, Begini Aksi Balik Jet Tempur Rusia, Lihat Videonya!

8 Karakter di Drama Korea ini Punya Rambut Indah lho, Siapa Saja? Kepoin yuk!

“Menurut cerita adiknya, sebelum hari Rabu dia (YN) sudah curhat ke adiknya. Waktu itu, dari cerita adiknya, YN mengaku galau dan dilema karena harus memilih satu dari antara dua pacarnya, keduanya sama sama sopir bemo,” katanya.

Ia menuturkan, selain itu, berdasarkan keterangan teman sekolahnya, YN juga sempat curhat tentang hal yang sama.

"Tetapi dari nama yang dia sebutkan, juga nama bemo angkutan kota itu, sepertinya bukan nama Ten dan Bemo Eminem," terangnya.

Tetangga itu mengaku jika YN termasuk anak yang rajin karena biasa membantu ibunya menjaga adik bungsunya yang baru berusia tiga bulan.

Dia juga menceritakan, pada saat awal pencarian YN oleh orang tuanya, mereka sempat akan melaporkan kejadian itu kepada Polisi. Namun karena dugaan hilangnya siswi kelas VI SD itu belum sampai 24 jam, maka mereka berusaha untuk mencari di sekitar tempat tinggal dan teman-temannya yang mereka kenal.

“Orang tuanya datang sekitar jam 11 malam (pukul 22.00 Wita) untuk mencari YN. Waktu itu menurut ayah YN,  seharusnya dia sudah berada di rumah sejak jam lima sore (pukul 17.00 Wita) seperti biasa. Tapi ketika ayahnya pulang kerja pada pukul 20.00 Wita dan YN belum kembali dari sekolah, maka saat itulah mereka mulai mencari YN,” katanya. 

Tak Masuk Sekolah

YN (12), siswa Sekolah Dasar Inpres di Kupang yang menjadi korban perkosaan sopir bemo angkutan kota di Kota Kupang tidak lagi masuk sekolah pasca kasus perkosaan terhadap dirinya dilaporkan ke polisi.

Teman-teman sekelasnya kepada POS-KUPANG.COM mengaku YN tidak masuk sekolah sejak, Kamis (31/1/2019).

Ketika ditanya alasan mengapa YN tidak masuk, siswa kelas VI itu mengaku tidak tahu.

Ketua RT di Kelurahan Maulafa, Tertius Lutu (43) bersama ibu korban, Febry Nuban saat mendatangi bemo untuk melihat Yantri, Kamis (31/1/2019) siang.
Ketua RT di Kelurahan Maulafa, Tertius Lutu (43) bersama ibu korban, Febry Nuban saat mendatangi bemo untuk melihat Yantri, Kamis (31/1/2019) siang. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)
Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved