Pengguna Ekstasi Dibekuk di Labuan Bajo
BREAKING NEWS : Pengguna Ekstasi di Labuan Bajo Dibekuk Satnarkoba Polres Manggarai Barat
pengguna pil ekstasi di Labuan Bajo, laki-laki berinisi LR (29) berhasil dibekuk oleh 7 orang personil Satuan Narkoba Polres Manggarai Barat
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Satu orang pengguna pil ekstasi di Labuan Bajo, laki-laki berinisi LR (29) berhasil dibekuk oleh 7 orang personil Satuan Narkoba Polres Manggarai Barat (Mabar) di kosnya yang beralamat di Gang Pengadilan Labuan Bajo.
Pria tersebut merupakan karyawan ekspedisi pelayaran, berasal dari Kartasura, Jawa Tengah (bukan Jawa Timur).
Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK menyampaikan itu saat konferensi pers pada Hari Jumat (1/2/2019).
Penggerebekan dan penangkapan terhadap pria itu kata dia, berlangsung pada tanggal 24 Januari 2019 jam 02.00 Wita dini hari.
Selain pil ekstasi, alat pengisap sabu-sabu yang terbuat dari dot susu bayi berhasil disita.
"Barang bukti berupa satu setengah butir pil ekstasi yang disembuyikan di dalam senter. Memang ini tidak banyak tetapi sangat berbahaya apalagi Labuan Bajo merupakan daerah tujuan wisata. Baik dalam jumlah besar atau kecil, tetap kita kejar dan kita ungkapkan," kata Julisa.
• Suami Pergi Merantau, Lediana Selingkuh dengan Ayah Mertua, Bunuh dan Kubur Bayinya Sendiri
Pria tersebut dijerat pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Sedangkan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal 12 tahun.
Hingga saat ini pihak kepolisian sedang mendalami kasus itu untuk mengetahui ada atau tidaknya jaringan.
Pengguna pil ekstasi itu mendapatkan barang terlarang tersebut dengan cara memesan dari temannya di Jawa.
Pria itu juga diduga mengkonsumsi sabu-sabu namun saat digeledah, barang jenis itu sudah habis.
Julisa menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah menjadi target sehingga sudah lama dipantau.
Hasil pemeriksaan sementara, pria itu masih sebagai pemakai bukan pengedar tetapi tetap terus didalami.
"Sebenarnya ditangkap pada tanggal 22 Januari 2019 tetapi saat itu yang bersangkutan sedang berada di tempat hiburan malam dan tidak ada barang bukti yang melekat di dirinya," kata Julisa.
Saat digrebek dan ditangkap tanggal 24 Januari, pria itu baru pulang dri tempat hiburan malam.
Pria itu saat ini sudah diamankan di sel Polres Mabar.(*)