Berita Kupang Terkini
KLB DBD ! Walikota Kupang Jefri Riwu Kore Tak Ingin Warga Ada yang Meninggal
Jefri menegaskan jangan sampai ada warga kota Kupang yang meninggal baru ditetapkan sebagai KLB.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Setelah ditetapkan DBD sebagai KLB di kota Kupang, maka Pemerintah kota Kupang akan menyiapkan langkah-langkah luar biasa melalui Dinas Kesehatan dengan melibatkan Puskesmas, Camat dan Para Lurah se-Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, menggelar rapat Penetapan KLB di Ruang Garuda Kantor Balai Kota Kupang, Kamis (24/1/2019).
Jefri menegaskan jangan sampai ada warga kota Kupang yang meninggal baru ditetapkan sebagai KLB.
• Gizi Buruk, Bayi Simon Kafolata dan Palus Tmeuban Meninggal Dunia di RSUD SoE
"Kita harus menghindar sebaikmungkin agar tidak ada kasus kematian," tuturnya.
Oleh karena itu, kata Jefri, harus ada langkah-langkah yang luar biasa yaitu foging. Foging harus dilakukan serempak di seluruh kelurahan.
"Mau berapapun harga alat itu kitaharus dibeli, semua kelurahan harus ada. Kita tidak mau nyawa seorang anak meninggal, pemerintah punya tanggung jawab untuk itu. Jangan bilang tidak ada uang, harus ada foging untuk semuanya. Tidak ada alasan. Jangan tunggu ada orang meninggal baru foging, itu namanya bodoh," tuturnya.
Kalau sudah ada yang meninggal, kata Jefri, percuma saja ditetapkan KLB. Dirinya tidak mau warganya ada yang meninggal karena kebodohan sendiri.
"Usahakan bagaimanapun cari alat foging untuk semua kelurahan," ujarnya.
Ia meminta para lurah untuk berkeliling ke RT/RW untuk mengecek orang yang sakit.
Jika sudah ada alat foging untuk semua kelurahan, katanya, maka tahun depan tidak boleh ada kasus.
Selain foging, mulai besok semua OPD wajib turun ke lapangan untuk melakukan kerja bhakti. Hanya sekretaris dan stag adminsitrasi saja yang ada di kantor.
"Karena tahun ini kerja kita luar biasa. Kalau mau biasa-biasa saja, duduk-duduk saja di rumah," ujarnya. (*)