Berita Manggarai Timur

Elisabeth Nggai Lantik 26 Ajudikasi dan Satgas PTSL Manggarai Timur

Kepala Kantor BPN Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Elisabeth Nggai, S.H Lantik 26 Ajudikasi dan Satgas PTSL Manggarai Timur

Elisabeth Nggai Lantik 26 Ajudikasi dan Satgas PTSL Manggarai Timur
POS-KUPANG.COM/FOTO BPN MATIM
Kepala BPN Matim, Elisabeth Nggai sedang melantik Tim Ajudikasi dan Satgas PTSL di Kantor BPN Matim. 

POS-KUPANG.COM | BORONG - Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Elisabeth Nggai, S.H melantik dan mengangkat sumpah 26 orang tim ajudikasi dan satuan tugas (Satgas) pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL ).

Pelantikan tim ajudikasi dan satgas di Kantor BPN Matim, Kamis (23/1/2019), dalam rangka menyukseskan program PTSL tahun 2019 di Matim.

Tim terdiri ketua, wakil ketua bidang yuridis, wakil ketua bidang fisik, satgas yuridis, satgas administrasi dan Satgas fisik serta anggota.

Sempat Ditolak di Nusa Tenggara Timur, Begini Komentar Fahri Hamzah

Tim yang dilantik adalah pegawai BPN, lurah dan kades yang wilayahnya ditetapkan sebagai lokasi PTSL tahun 2019.

Kepala Kantor BPN Matim, Elisabeth Nggai, dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM di Borong, Kamis (24/1/2019) siang, menjelaskan, penyusunan panitia atau tim ajudikasi dan satgas program PTSL, sangatlah penting.

Polda NTT Selidiki Dugaan Penyimpangan Seleksi KPU Provinsi NTT

"Tim ini dibentuk untuk menyukseskan kegiatan PTSL tahun 2019. Untuk Matim baru pertama kali bentuk dan melantik tim ajudikasi dan Satgas PTSL. Dibentukanya tim ajudikasi dan satgas PTSL ini, pertama karena adanya kebijakan dari Kementrian Agraria. Di mana ada hasil survei, program sertipikat tanah tahun 2017, banyak yang tidak selesai 100 persen. Tahun 2018, kita di Matim tidak bisa lantik tim ajudikasi ini karena kebijakan dari pusat ini muncul di pertengahan tahun," kata Elisabeth.

Ia mengatakan, suksesnya program PTSL perlu adanya kerja sama tim. "Maka itu saya meminta panitia atau tim ajudikasi untuk dapat menjaga kekompakan, keharmonisan, kerjasama atas tanggungjawab yang disematkan. Tentu harus menjalankan tanggungjawab secara utuh. Jangan sampai, karena ada sesuatu hal pekerjaan lain ini menjadi terhambat. Tim harus benar-benar bekerja profesional. Saling koordinasi satu sama lainnya. Terutama memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam ,melaksanakan pendataan," tegas Elisabeth.

Ia mengungkapkan,untuk program PTLS di Matim tahun 2018, sudah selesai 100 persen pada November.

"Tim ajudikasi dan satgas, program PTSL tahun 2019, diharapkan hasil kerjanya bisa selesai pada September. Kepala kantor urus yang secara umum. Kita harus sukses program ini di tahun 2019 karena Matim mendapat 4.000 bidaang untuk sertifikat dan pengukuran 6.000 bidang," ujar Elisabeth.

Ia pun mengungkapkan, program PTSL tahun 2019 yakni Kecamatan Borong ada sebanyak 5 desa/kelurahan yakni Kelurahan Satar Peot, Kota Ndora,Rana Loba, Desa Gurung Liwut, dan Nanga Labang.

Kecamatan Elar ada dua, Kota Komba ada di Kelurahan Watunggene dan kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Rana Mese di Desa Sita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved