Berita Kabupaten TTU

Belum Sebulan! Sudah Terjadi 5 Kasus DBD di TTU

tahun 2018, jumlah kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten TTU hanya mencapai empat kasus saja. Dari empat kasus tersebut, tidak ada satu orang pasien

Belum Sebulan! Sudah Terjadi 5 Kasus DBD di TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMYMBENU NULANGI
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kabupaten TTU, Wilhelmina Bone. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pada tahun 2018, jumlah kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten TTU hanya mencapai empat kasus saja. Dari empat kasus tersebut, tidak ada satu orang pasien pun yang sampai meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular, Dinas Kabupaten TTU, Wilhelmina Bone mengatakan hal itu kepada Pos Kupang yang ditemui diruang kerjannya, Kamis (17/1/2019).

Wilhelmina mengatakan, empat kasus DBD tersebut berasal dari beberapa tempat yang berbeda diantaranya dari Desa Eban 1, dari Desa Kaubele 1, dan dari Kota Kefamenanu satu orang.

"Jadi kasus DPD kita bisa katakan kalau dia wabah atau kejadian yang luar biasa apabila dalam satu tempat itu sudah lebih dari tiga kasus. Jadi untuk tahun lalu itu tidak apa-apa," ujarnya.

Pada bulan Januari tahun 2019, jelas Wilhelmina, sudah terjadi lima kasus DBD di Kabupaten TTU. Lima kasus DBD tersebut diantaranya dua kasus melakukan opname di RSUD Leona Kefamenanu dan tiga kasus di RSUD Kota Kefamenanu.

"Jadi kalau untuk bulan Januari tahun 2019, ada lima kasus DBD. Tapi lima kasus itu tidak apa-apa karena semuanya dirawat dan saat ini sudah sembuh," jelasnya.

Wilhelmina menambahkan, pihaknya mendapat informasi bahwa, ada seorang pasien berasal dari Desa Oelulu yang menderita DBD sampai meninggal dunia.

Namun, kata Wilhelmina, setelah pihaknya melakukan pengecekan di lapangan ternyata pasien tersebut menderita penyakit komplikasi sehingga bukan meninggal hanya karena DBD saja.

PDAM Manggarai Melayani 22.267 Pelanggan ! Ini Data Rilnya

"Jadi saat pasien itu masuk awal di rumah sakit, dia bukan karena DBD tapi karena kelainan pencernaan, terus panas, berapa hari kemudian di rumah sakit pasien itu meninggal. Tapi itu bukan DBD murni," ungkapnya.

Wilhelmina mengatakan, saat ini pihaknya melakukan klarifikasi terkait dengan status pasien yang meninggal tersebut. Jika pasien tersebut meninggal karena DBD, maka pihaknya akan menyatakan statusnya kejadian luar biasa.

"Tapi sejauh kemarin kami konsultasi ke sana itu belum. Jadi kami juga belum melaporkan ini ke provinsi bahwa penderita yang satu itu meninggal karena DBD," jelasnya.

Wilhelmina mengatakan, memang benar bahwa jumlah kasus DBD di Kabupaten TTU meningkat drastis pada tahun 2019, jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved