Berita Kota Kupang

Pemprov NTT Siapkan Rp 100 M Untuk Tata TN Komodo

jika pemerintah menyerahkan pengelolaan TNK ke Pemprov NTT, langkah awal yang akan dilakukan yakni menutup kawasan itu.

Pemprov NTT Siapkan Rp 100 M Untuk Tata TN Komodo
POS-KUPANG.COM
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat 

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan Rp 100 miliar untuk menata Taman Nasional (TN) Komodo. Selama penataan yang direncanakan tahun ini, TN Komodo akan ditutup untuk umum.

Rencana penataan TN Komodo itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bubgtilu Laiskodat dalam Acara 'Mari Ketong Minum Kopi Sambil Baomong Ekonomi di Lantai 4 Graha Pena, Rabu (15/1/2019).

Viktor mengatakan, dana itu disiapkan Pemerinta Provinsi NTT jika pengelolaan TN Komodo diserahkan ke Pemerintah Provinsi NTT.

Dikatakan Viktor, jika pemerintah menyerahkan pengelolaan TNK ke Pemprov NTT, langkah awal yang akan dilakukan yakni menutup kawasan itu.

Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

"Kita akan tutup untuk kita tata kembali TN Komodo benar-benar menjadi taman. Mulai makanan, hutan dan lingkungannnya sehingga komodo memiliki makanan yang cukup dan kembali menjadi liar," kata Viktor.

Ia mengatakan, makanan yang cukup dan hutan yang memadai Komodo akan kembali ke habitatnya menjadi hewan liar dan berbahaya.

Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT.
Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT. (TWITTER/@VALEYELLOW46)

Ternyata Banyak ASN Cemas Menghadapi Pensiun Terkait Finansial

BRI Beri Kredit Wirausaha Bagi Pensiunan Peserta Taspen

satwa langka komodo
satwa langka komodo (dokumen)

"Biar yang berkunjung ke sana hanya orang-orang yang mempersiapkan diri dengan baik. Kalau Komodo yang tidak ganas kita pindahkan saja ke Pulau Padar. Itu untuk orang-orang yang sekedar datang untuk lihat komodo," demikian Viktor.

Viktor mengaku tidak peduli dengan pro dan kontra terhadap kebijakan itu.

Eksotisme Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo
Eksotisme Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo (IST)

"Biar orang ribut. Ke depan kita tetap akan tutup untuk kita tata kembali. Memang tempat itu dilindungi kok. Kalau berkunjung ke sana lihat yang lain saja. Banyak tempat di sana yang menarik. Tidak harus ke Komodo. Sekarang Komodo di sana lagi berdoa semoga tempat itu cepat ditutup. Biar mereka nyaman," demikian Viktor.

Viktor bahkan mengatakan, semakin banyak yang ribut akan mengundang perhatian pemerintah pusat.

Usai Dilantik! Ini yang Dikatakan Fransiskus Tilis Penjabat Sekda TTU

BREAKING NEWS! Di Carep-Manggarai ! Ibu Rumah Tangga Temukan Mayat Laki-Laki dekat Kandang Babi

"Semakin orang ribut, paling presiden akan turun ke Komodo. Saya akan bertemu presiden untuk bicara langsung terkait pengelolaan TN Komodo," ungkap Viktor.

Gili Laba di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Gili Laba di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (KOMPAS.com/TAMASYEAH.COM)

Viktor mengungkapkan, TN Komodo harus dibuat spesial karena satu-satunya di dunia.

"Di Bhutan saja orang harus bayar 250 dollar per hari dan harus menginap 10 hari orang tidak ribut, di Komodo 500 dollar saja ribut. Begitu pemerintah setuju kita kelola TN Komodo, kita tutup dan semua orang dari luar yang ada di sana kita usir keluar," tegas Viktor. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved