Berita Internasional

Remaja Ini Diadili dengan Tuduhan Menanam 20 Jarum di Kursi Kereta, Sejumlah Penumpang Tertusuk

bocah 16 tahun menghadapi Pengadilan Anak pada hari Selasa (15/1/2019) atas tuduhan sengaja menyebabkan cedera

Remaja Ini Diadili dengan Tuduhan Menanam 20 Jarum di Kursi Kereta, Sejumlah Penumpang Tertusuk
AAP
Sejumlah jarum ditemukan di kursi sebuah kereta api di Melbourne, Selasa (15/1/2019), yang mengakibatkan pantat sejumlah penumpang tertusuk. 

POS-KUPANG.COM - Pernahkah Anda menumpang kereta api atau bus? Pernahkah Anda berpikir akan sesuatu yang membahayakan ketika hendak duduk di kursi yang ada?

Ini bukan mengada-ada, melainkan kenyataan. Seorang remaja di Melbourne Australia diseret ke pengadilan gara-gara kedapatan menanam 20 jarum di kursi kereta api yang setiap saat melintas di kota tersebut.

Akibatnya, pantat sejumlah penumpang tertusuk jarum.

Seperti diberitakan AAP, bocah 16 tahun, yang tidak bisa disebutkan namanya karena alasan hukum, menghadapi Pengadilan Anak pada hari Selasa (15/1/2019) atas tuduhan termasuk sengaja menyebabkan cedera, penyerangan dengan senjata dan melakukan pelanggaran yang dapat ditebak saat dengan jaminan.

Dia juga menghadapi dakwaan karena secara ceroboh menyebabkan cedera dan serangan yang melanggar hukum.

Didukung oleh ibu dan kakeknya, remaja itu tidak diharuskan berbicara di pengadilan.

Pengacara remaja itu mengatakan dia belum menerima materi yang relevan dengan kasus ini.

Jaminan anak laki-laki itu diperpanjang dan sidang kasus itu ditunda hingga 5 Februari 2019.

Penumpang kereta api Anthony Artusa mengatakan dia sedang dalam perjalanan untuk bekerja pada 8 Januari ketika dia merasakan sesuatu yang tajam menusuknya dari belakang.

Artusa terkejut, tetapi kemudian ditangani secara medis.

Polisi menanyai remaja lain atas insiden itu, tetapi pada hari Selasa mereka mengatakan tidak ada orang lain yang didakwa.

(pos-kupang.com/agustinus sape)

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved