Berita Kabupaten Lembata

Kasus Dugaan Korupsi di Desa Tobotanin ! Inspektorat Bisa Dinilai Menghambat Proses Hukum

untuk kasus tersebut, penyidik telah mengantongi semua data. Tim ahli juga telah melakukan penghitungan secara teknis tentang kerugian negara yang

Kasus Dugaan Korupsi di Desa Tobotanin ! Inspektorat Bisa Dinilai Menghambat Proses Hukum
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DI HALAMAN POLRES -- Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanis Wila Mira saat (duduk) saat bersama penyidik tipikor di halaman polres setempat, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung posyandu di Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, NTT, sebenarnya telah selesai pada tahun 2018 lalu. Namun saat itu, penanganannya agak tersendat karena inspektorat tak menyerahkan hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus tersebut.

"Kalau inspektorat tidak menyerahkan data itu, maka bisa dinilai menghambat proses hukum. Makanya kami berharap agar dalam kasus ini pihak terkait lebih kooperatif dengan memberikan data yang dibutuhkan aparat penegak hukum."

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanis Wila Mira mengatakan hal tersebut, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Mapolres Lembata, Selasa (15/1/2019). Ia dikonfirmasi soal penanganan kasus dugaan penyalahgunaan keuangan negara dalam proyek pembangunan pos pelayanan terpadu (posyandu) di Desa Tobotani.

Dikatakannya, untuk kasus tersebut, penyidik telah mengantongi semua data. Tim ahli juga telah melakukan penghitungan secara teknis tentang kerugian negara yang timbul dalam pelaksanaan pembangunan gedung untuk fasilitas umum tersebut. Tim ahli itu telah menunaikan tugasnya pada akhir tahun 2018 lalu.

Kasus Judi  KP di Sikka ! Tiba  di Meja  Penuntut Umum

Polres TTU Diminta Segera Tahan Tersangka Kasus Ilegal Logging

Saat ini, lanjut Iptu Yohanis, pihaknya tinggal menunggu berkas audit dari inspektorat. Ia berharap agar berkas tersebut segera diserahkan ke Polres Lembata, sehingga penanganan kasus itu tak lagi molor sebagaimana yang terjadi selama ini.

Dia juga menyebutkan, untuk kasus tersebut, penyidik tipikor juga telah meminta keterangan Penjabat Sekda Lembata, Anthanasius Amuntoda dalam kapasitas sebagai saksi. Tapi kesaksikan Amuntoda itu dalam jabatan sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lembata.

"Penyidik sudah meminta keterangan saksi pekan lalu. Sedangkan saksi lain juga telah dimintai keterangannya. Saat ini kami sedang menunggu berkas laporan dari inspektorat. Kami harap agar berkas itu segera diserahkan supaya penanganan kasus ini segera tuntas," tandas Iptu Yohanis. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved