Berita Kabupaten Sikka Terkini

Kasus Judi  KP di Sikka ! Tiba  di Meja  Penuntut Umum

“Waktu penelitian sesuai SOP kami tujuh hari sudah harus menentukan sikap, apakah sudah lengkap atau belum. Lengkap materil dan formil,”

Kasus Judi  KP di Sikka ! Tiba  di Meja  Penuntut Umum
Pos Kupang.com/Eugenius Moa
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A Pengepul  KP, Wilfridus  Wisang (kaos  kuning) hadir dalam jumpa pers,Kamis (13/12/2018) di Mapolres Sikka,Kota Maumere, Pulau   Flores. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Eugenius Moa

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Penyidikan  judi  kupon putih  (KP) melibatkan   tersangka  Wilfridus  Wisang  (44)  akhirnya sampai  di  tangan penuntut  umum  Kejaksaan Negeri  Maumere di  Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara  Timur   (NTT).

Informasi  diperoleh  POS-KUPANG.COM,  Selasa  (15/1/2019)  menyebutkan, berita acara pemeriksaan  (BAP) dari  Kepolisian  Resort Sikka  telah diserahkan  Senin  (14/1/2019).  BAP  ini akan  ditangani jaksa   Cornelis S. Oematan, S.H, dan  Pande Suastika, S.H.

‘Kami  berdua ditunjuk  Pak  Kajari  (Azman  Tanjung, S.H)  menangani  berkas perkara ini,” ujar Cornelis,  dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa   (15/1/2019) siang.

Cornelis mengakui  berkas  tersangka  Wilfridus Wisang diterima  Kejaksaan Negeri  Maumere, Senin  (14/1/1/2019.  Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan   (SPDP) sudah diterima di Kejaksaan  13 Desember 2018.

“Waktu penelitian sesuai SOP kami  tujuh hari sudah harus menentukan sikap, apakah sudah lengkap atau belum.  Lengkap materil dan formil,” ujarnya.

Setelah itu paling lambat tujuh hari  setelah P-18, harus sudah ada petunjuk kepada penyidik untuk dipenuhi yang dituangkan dalam P-19.

Kasus judi KP  menyeret pengepul Wilfridus Wisang  menyasar   nama  bandar besar  di Kota  Maumere, RT.   

“Saya  setor kepada  RT sebagai  bandar KP.  Uangnya saya  kasih ke dia,”  ujar  Wilfridus kepada wartawan  dalam jumpa pers  digelar  Wakapolres  Sikka, Kompol Iwan Iswayudi,  di Mapolres  Sikka, Kamis  (13/12/2018).

Ia   mengtatakan setiap  penjualan KP disetor   50  persen  kepada bandar. Sisanya dikembalikan kepada dirinya untuk  jatahnya  dan  para penjualan.

Warga di  Dusun Wolohuler, Desa Koting A, Kecamatan Koting,  ditangkap polisi   Rabu siang  (12/12/2018) ketika  ia hendak keluar dari rumahnya diduga  menyetor uang penjualan KP ke bandar  RT. 

“Omset sehari  bisa  Rp  800 ribu sampai   Rp  1 juta saya  setor  ke  RL. Saya  sudah jalan hampir setahun,” ujar  Wilfridus. *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved