Berita Kabupaten Manggarai Barat

Serangan DBD Meluas di Manggarai Barat! Kini Menyebar ke Empat Kecamatan

Serangan DBD di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), kini sudah meluas ke empat kecamatan.Awal serangan pada Bulan September 2018 lalu hanya menyerang

Serangan DBD Meluas di Manggarai Barat! Kini Menyebar ke Empat Kecamatan
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Ruangan perawatan di RSUD Komodo Labuan Bajo dipenuhi pasien DBD. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Serangan DBD di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), kini sudah meluas ke empat kecamatan.

Awal serangan pada Bulan September 2018 lalu hanya menyerang Labuan Bajo di Kecamatan Komodo. Lalu meluas di beberapa wilayah pada kecamatan tersebut.

Saat ini malah semakin menyebar ke tiga kecamatan lain, yaitu Kecamatan Boleng terutama di daerah Terang; Kecamatan Mbeliling tepatnya di Rengkas Desa Watu Wangka dan juga beberapa tempat di Kecamatan Lembor.

Dengan demikian sudah empat kecamatan di Mabar yang diserang oleh nyamuk DBD.

Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun, mendesak pemerintah untuk secepatnya melakukan penanganan dan pencegahan terhadap serangan tersebut.

"Pemerintah terlambat memulai kerja untuk melakukan penanganan terhadap serangan DBD. Padahal kami di dewan sudah sejak dua bulan lalu meminta pemerintah untuk serius lakukan penanganan.

KMP Sangke Palangga Berhasil Dievakuasi

Ini Perempuan yang Akan Didatangi Ahok Saat Bebas 24 Januari Nanti! Siapa Dia?

Setelah ada orang yang meninggal dunia baru serius bekerja. Kami minta harus akhiri serangan DBD pada Januari ini," kata Blasius.

Dia ditemui wartawan, Sabtu (12/1/2019) di Labuan Bajo.

Ini Perempuan yang Akan Didatangi Ahok Saat Bebas 24 Januari Nanti! Siapa Dia?

Mahasiswi Selingkuhan Dosen Kupang Ini Masih Berumur 18 Tahun, Lihat Foto-Foto Seksinya!

Terpisah, Direktur RSUD Komodo Labuan Bajo Drg. Mikael Yaman, mengatakan bahwa jumlah pasien DBD yang rawat di rumah sakit itu mendekati angka 700 orang.
Dia membenarkan bahwa saat ini banyak pasien dari kecamatan lain, seperti dari Terang, Rengkas dan Lembor. Dia ditemui wartawan, Jumat (11/1/2019).

Dijelaskannya, berkaitan dengan obat dan cairan yang dibutuhkan pasien DBD, saat ini stoknya tersedia setelah sebelumnya habis.

"Sampai saat ini tidak ada ruangan kelas satu dan dua, semua kamar pasien dikategorikan kelas tiga agar semua pasien DBD bisa ditampung," kata Mikael.
Selain itu kata dia, kamar dokter spesialis radiologi telah diubah menjadi kamar pasien untuk menampung pasien yang terus bertambah.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved