Berita Kupang

Polemik Golkar Sumba Timur - Ini Peringatan Melki Laka Lena Terhadap Ketua DPD II Golkar se-NTT

Polemik Golkar Sumba Timur - Ini Peringatan Melki Laka Lena Terhadap Ketua DPD II Golkar se-NTT

Polemik Golkar Sumba Timur - Ini Peringatan Melki Laka Lena Terhadap Ketua DPD II Golkar se-NTT
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Polemik Golkar Sumba Timur - Ini Peringatan Melki Laka Lena Terhadap Ketua DPD II Golkar se-NTT. (FOTO : Ketua DPD I Partai Golkar NTT,Melki Laka Lena sedang memberikan penjelasan tentang kondisi terakhir di Sumba Timur, pasca pemberhentian Gidion Mbilijora) 
Polemik Golkar Sumba Timur - Ini Peringatan Melki Laka Lena Terhadap Ketua DPD II Golkar se-NTT
POS - KUPANG.COM | KUPANG - Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena mengingatkan kepada seluruh ketua-ketua Golkar kabupaten dan kota se-NTT agar memperhatikan aturan-aturan dalam partai.
Melki Laka Lena menegaskan, aturan partai harus dijunjung tinggi.
Melki Laka Lena menyampaikan hal ini ketika menggelar pertemuan dengan para wartawan di kediamannya, Jumat (11/1/2019).
Hadir sejumlah pengurus dan kader partai diantaranya, Frans Sarong, Irene Sigasare (Ketu Satgas Pembela Pancasila DPD Golkar NTT), Lorens Leba Tukan, Yeni Nggadas (Bendahara Satgas Pembela Pancasila), Helmi Ndoki (Jubir Satgas Anti Human Trafficking)dan Mira Natalia Pellu dan lainnya.
Menurut Melki, apa yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur itu menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi dirinya sebagai pimpinan parpol.
Namun, sekaligus sebagai pelajaran bagi pengurus atau ketua- ketua di daerah lainnya.
"Ini sebagai peringatan bagi ketua di daerah lainnya. Jika melanggar aturan partai maka sanksi jelas dan saya tentu menegakkan aturan dan mekanisme partai," kata Melki.
Dijelaskan, dirinya tidak segan-segan menonaktifkan atau mengangkat pelaksana tugas (Plt) di daerah yang pimpinannya tidak menghargai aturan partai.
Ditanya soal persiapan sementara Gidion Mbilijora dari jabatan Ketua DPD II Golkar Sumba Timur, ia mengatakan , dirinya melakukan penegakan disiplin dalam partai.
"Penegakan disiplin partai diutamakan. Kami tahu konsekwensinya besar, karena ini bupati dua periode," katanya.
Golkar Partai Sistem Bukan Partai Figur

Pada kesempatan itu, Melki mengatakan, Partai Golkar adalah partai sistem bukan partai figur.
"Saya lakukan penegakkan aturan dan sistem dalam partai. Semua akan diselesaikan secara organisasi," katanya.
Dikatakan, dalam kasus di Sumba Timur, pada Sabtu (12/1/2019), Plt. Ketua DPD I NTT dan sekretaris bersama pengurus DPD I Partai Golkar NTT akan turun ke Sumba Timur.
"Pengurus Golkar besok ke Sumba Timir dan beberapa seniornya seperti Feliks Pulu dan juga Sekretaris DPD I NTT ibu Inche Satunya," ujarnya.
Dikatakan, semua persoalan di Sumba Timur diselesaikan secara organisasi.
"Beliau bilang sibuk kami pahami. Besok diskusi tentunya seluruh pengurus di daftar. Orang bilang dapil, saya bilang ini kami semakin solid, militansi makin dibangun. Belajar dari pengalaman maka tidak boleh ada di tempat lain.
Sebelumnya, Melki mengakui sebelum melakukan eksekusi dirinya sudah konsultasi dengan DPP mahkamah partai.
"Komunikasi saya dengan pak Gidion baik. Kami juga bisa bedakan mana acara pribadi dan organisasi. Ketika Golkar putuskan dari DPP maka dibawah harus takluk, jika ada isu soal ada kerja buat orang lain, maka kami tunggu bukti," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya akan merangkul semua tokoh Golkar di Sumba baik dari era pak Mehangkunda, pak Gidion, Palulu dan lainnya.
"Pak Gidion punya kekuatan akan kita rangkul bersama. Dulu seperti di Ngada , Flotim , TTS , proses seperti itu bisa ada yang tetap atau muncul ketua baru. Saya tidak berharap suara di Sumba Timur. Nol tidak apa-apa tidak peduli suara di Sumba timur. Itu risiko saya," ujarnya.
Melki merasa ada yang janggal dengan aksi pembakaran balihonya di Sumba Timur. Pasalnya, dirinya tidak pernah membuat baliho di wilayah itu.
"Banyak orang Golkar tidak ada, yang bakar itu orang luar. Lucu saya tidak pernah buat baliho di Sumba Timur. Berarti itu cetak sendiri dan bakar sendiri," ujarnya. (*)
Laporan : Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved