Berita NTT Terkini

Dr. Mas'amah: Hadapi Pemilu Masyarakat NTT Harus Waspada Berita Hoaks

Dr. Mas'amah, S.Pd.,M.Si mengatakan, menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, masyarakat Provinsi NTT harus mewaspadai berita hoaks.

Dr. Mas'amah: Hadapi Pemilu Masyarakat NTT Harus Waspada Berita Hoaks
ISTIMEWA
Doktor Komunikasi Bidang Keahlian Literasi Media, Dr. Mas'amah, S.Pd.,M.Si 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Doktor Komunikasi Bidang Keahlian Literasi Media, Dr. Mas'amah, S.Pd.,M.Si mengatakan, menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, masyarakat Provinsi NTT harus mewaspadai berita hoaks.

"Karena sekarang tahun ini merupakan tahun politik. Kita tentunya harus waspada dengan berita-berita hoaks, simpang siur dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya," ungkapnya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada per telepon, Kamis (10/1/2019) sore.

Dosen aktif di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undana ini menjelaskan, masyarakat juga diharapkan untuk kritis dalam membaca media yang ada termasuk berita dari media televisi.

Gubernur Laiskodat: Buat Festival Biar Dunia Luar Tahu

Menurutnya, pemberitaan yang ada tidak terlepas dari arah dukungan politik dari media tersebut.

"Jangan langsung menelan mentah-mentah, misalkan saja, Kenapa Metro TV mengeluarkan berita seperti ini?, Kemudian kenapa TV One beritanya lain? Kenapa di INews kok tidak sama lagi. Nah itu masyarakat diharapkan mulai kritis. Oh wajar saja kalau Metro TV mendukung ini, karena dibelakang dia mendukung siapa," jelasnya.

Dugaan Korupsi Rp 2,4 M di Politani Negeri Kupang, Polda NTT Belum Dapat Petunjuk Jaksa

Selain kritis, lanjut Mas'amah, masyarakat juga diharapkan dapat memberikan kritikan atas hal tersebut.

Kekritisan dan kritikan, kata Mas'amah, tidak terlepas dari kemampuan literasi media dari masyarakat.

Sehingga ia berharap, semua komponen baik pemerintah, akademisi dan media dapat memberikan pendidikan dan pencerdasan terkait literasi media sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ulah oknum tak bertanggungjawab dan terbawa berita hoaks.

"Nah. Kalau kita yang melek media kan tahu informasi belum tentu benar dan banyak akun diciptakan khusus untuk menyebarkan berita-berita hoaks," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved