Berita NTT Terkini

Dugaan Korupsi Rp 2,4 M di Politani Negeri Kupang, Polda NTT Belum Dapat Petunjuk Jaksa

Polda NTT hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari Kejati NTT terkait pelimpahan kasus Korupsi yang terjadi di Politani Negeri Kupang.

Dugaan Korupsi Rp 2,4 M di Politani Negeri Kupang, Polda NTT Belum Dapat Petunjuk Jaksa
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Tinggi NTT terkait pelimpahan kasus Korupsi yang terjadi di Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang.

Kasus penyelewengan dana beasiswa yang terjadi pada 2016 itu menyeret nama K, pengelola PNBP dan A sebagai pengelola beasiswa di kampus negeri tersebut.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (10/1/2019) mengungkapkan berkas perkara untuk kasus Politani Negeri Kupang sudah komplit dan sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi NTT.

Satlantas Polres Manggarai Barat Amankan 87 Unit Sepeda Motor Racing

"Untuk kasus Politani telah ditetapkan dua tersangka dan dibuat dua berkas. Pertama tersangka K sebagai pengelola PNBP, berkas kedua tersangka berinisial A sebagai pengelola beasiswa," katanya.

Kombes Pol Jules menjelaskan, berkas perkara tersangka pertama (tersangka K) sudah diserahkan kepada pihak Kejati NTT pada akhir November 2018. Demikian pula berkas kedua untuk tersangka A sebagai pengelola beasiswa telah diserahkan pada 19 desember 2018.

Ajakan tak Dihiraukan Warga, FP2L Gagal Gelar Unjukrasa di Kantor Bupati Lembata

"Kami lakukan koordinasi antara kejaksaan dan pihak Kejaksaan Tinggi menyatakan bahwa berkas komplit dan lengkap. Namun pihak penyidik tetap menunggu hasil koordinasi dari pihak Kejati NTT yang mana sampai hari ini (Kamis,10/1/2019) pihak penyidik Ditreskrimsus Polda belum dapat petunjuk," jelas mantan Kapolres Manggarai Barat ini.

Dalam kasus ini, pihak Subdit Tipidkor Direskrimsus Polda NTT telah memeriksa 19 saksi untuk dua berkas tersangka.

"Saksi yang diperiksa untuk dua berkas tersangka ini sebanyak 19 saksi, juga telah dimintai keterangan dari ahli dari BPKP NTT," ungkapnya.

Dari hasil perhitungan kerugian keuangan negara, lanjut Jules, BPKP menyebut kedua tersangka diduga telah merugikan keuangan negara sebanyak Rp 2,4 M.

"Dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus yang ditangani subdit Tipikor Ditreskrimsus telah dilakukan pengembalian kerugian keuangan negara sebesar 1,2 M, sehingga untuk pengembalian kerugian keuangan negara telah dilakukan penyetoran ke kas negara pada KPPN Pelayanan NTT melalui setoran SSBP (surat setoran bukan pajak) dan uang pengembalian ini menjadi barang bukti pada kas negara," lanjut Jules.

Meski demikian, Jules menyatakan bahwa pengembalian itu tidak menghilangkan tindak pidana yang disangkakan. Karena prosesnya hingga saat ini sudah dilakukan koordinasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved