Berita Nasional Terkini

Jawab Isu Hubungan Dirinya dan Anies Baswedan Bermasalah, Begini Penjelasan Jokowi

Jawab isu hubungan dirinya dan Anies Baswedan bermasalah, begini penjelasan Presiden Jokowi

Jawab Isu Hubungan Dirinya dan Anies Baswedan Bermasalah, Begini Penjelasan Jokowi
KOMPAS.com/WISNU NUGROHO
Presiden Joko Widodo saat mencoba moda transportasi mass rapid transit (MRT), Selasa (6/11/2018). Ikut mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dan Dirut MRT Jakarta William P. Sabandar. 

Jawab isu hubungan dirinya dan Anies Baswedan bermasalah, begini penjelasan Presiden Jokowi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyinggung isu yang menyebutkan hubungan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak baik gara-gara urusan politik.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat berpidato pada acara penyerahan sertifikat lahan ke 3.023 orang di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

Pada penghujung pidato, Presiden Jokowi awalnya berpesan agar masyarakat harus tetap menjaga persaudaraan dan persatuan satu sama lain. Sebab, ia menemukan banyak berita hoaks, fitnah dan bernada ujaran kebencian, akhir-akhir ini. Terutama menjelang Pemilu 2019.

Saat Ditangkap Jaksa, Mantan Ketua DPRD Surabaya Sempat Menabrak Motor Petugas Kejaksaan

Jokowi mencontohkan salah satu kabar hoaks itu. "Orang-orang kira saya dengan Pak Anies itu ada masalah," ujar Jokowi.

Mendengar pernyataan Presiden, warga tampak terdiam mendengar dengan saksama. Jokowi kemudian mengklarifikasi kabar tersebut.

"Ada masalah gimana? Orang setiap hari ketemu, guyon bareng," lanjut dia. "Yang seperti-seperti ini perlu saya ingatkan ke Bapak Ibu sekalian. Jangan sampai karena pilbup, pilgub, pilpres, antarsesama kita enggak saling menyapa, satu majelis taklim enggak saling sapa," lanjut dia.

Kasus Meikarta, Sejumlah Anggota DPRD Bekasi Kembalikan Rp 100 Juta ke KPK

Jokowi mengingatkan bahwa pemilihan umum akan tetap ada setiap lima tahun sekali. Oleh sebab itu, jangan mengorbankan persatuan dan kesatuan hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Apalagi kalau mendekati bulan politik, itu yang namanya fitnah, hoaks, banyak. Coba lihat saja di media sosial," ujar Jokowi. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved