Berita NTT Terkini

Wagub NTT Minta Jangan Bereforia Berlebihan Saat Malam Tutup Tahun 2018

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae ‎Soi meminta masyarakat NTT jangan bereforia berlebihan saat malam pergantian tahun.

Wagub NTT Minta Jangan Bereforia Berlebihan Saat Malam Tutup Tahun 2018
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Wakil Gubernur NTT, Drs.Yosef Nae Soi. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Malam pergantian tahun sebaiknya berkumpul dengan keluarga untuk doa bersama serta merefleksikan kehidupan menyongsong tahun 2019.

 Wagub Nae Soi menyampaikan hal ini, Minggu (30/12/2018). Menurut Josef, pemerintah NTT mengharapkan di momentum pergantian tahun sebagai kesempatan berefleksikan diri dan mempersiapkan diri untuk menginjakan kaki di tahun yang baru.

"Kita tidak bisa sangkal, bahwa anak-anak muda biasanya bereforia, tapi saya minta harus ada batas. Jangan sampai eforia kita mengakibatkan masalah bagi diri sendiri maupun orang lain," kata Josef.

Tertib Bunyikan Petasan dan Larang Kontes Knalpot Racing saat Malam Tahun Baru

 Dia mengatakan, masyarakat NTT harus menjunjung tinggi adat dan budaya sopan santun. Apalagi, saat pergantian tahun harus bisa menciptakan suasana yang damai, rukun dan nyaman.

 "Sekali lagi saya berpesan bagi seluruh warga NTT, terutama di Kota Kupang agar menyambut tahun baru atau malam pergantian tahun jangan bereforia yang berlebihan. Saya contohkan, biasanya ada ugal-ugalan di jalan raya, justru ini bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,"katanya.

Ini Imbauan MUI NTT Jelang Pergantian Tahun 2018

 Dikatakan, menjelang pergantian tahun, biasanya anak-anak muda senang menggunakan sepeda motor dengan knalpot racing. Kondisi ini, lanjutnya, sangat mengganggu ketentraman dan kenyaman warga lain yang sementara sembahyang atau berdoa tutup tahun.

"Saya harapkan aparat kepolisian bisa perhatikan hal ini. Kalau bisa jangan ada konvoi tutup tahun, apalagi hura-hura di jalan dan mengganggu arus lalulintas," ujarnya.

 Dia berpesan agar masyarakat NTT dalam malam pergantian tahun bisa berkumpul bersama keluarga dan doa bersama. "Biasanya, ada kesalahan, kekhilafan, perselisihan selama tahun 2018, maka momen malam pergantian tahun ini dijadikan momen untuk saling memaafkan satu sama lainnya," ujarnya.

Sementara itu,soal acara malam pergantian tahun yang biasanya ada pesta kembang api di alun-alun Rujab Gubernur NTT,Josef mengatakan,untuk sementara dirinya belum tahu persis apakah ada pesta kembang api atau tidak. "Saya belum tahu persis,coba tanya pak sekda," katanya.

 Pantauan POS-KUPANG.COM di alun-alun Rujab Gubernur, tidak ada persiapan seperti lampu hias berupa pohon natal. Biasanya pada tanggal 30 Desember, sudah ada tenda-tenda ataupun persiapan kembang api. Namun, hingga pukul 18:00 wita, tidak terlihat ada persiapan pesta pergantian tahun.

 Karo Humas Setda NTT, Drs. Semuel Pakereng, M.Si,yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya juga belum ‎mendapat informasi mengenai acara tutup tahun. "Nanti saya konfirmasi dulu ke Karo Kesra," kata Semuel.

 Karo Kesra Setda NTT, Barthol Badar,S.H,M.M yang dikonfirmasi namun tidak berhasil. 

Begitu juga dengan Sekda NTT, Ben Polo Maing. Ketika dihubungi lewat WhatsApp belum merespon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewnmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved