Berita Kabupaten TTS Terkini

Kabupaten TTS Masih Rawan, Bawaslu Ajak Semua Komponen Awasi Pemilu 2019

Bawaslu mengajak seluruh komponen masyarakat sama-sama mengawasi pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, karena Kabupaten TTS masih rawan.

Kabupaten TTS Masih Rawan, Bawaslu  Ajak Semua Komponen Awasi Pemilu 2019
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 yang digelar 

POS-KUPANG.COM | SOE - Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky Fay mengajak seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama mengawasi pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pemilu 2019 berjalan secara adil dan jujur.

Melky mengungkapkan hal ini dalam kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 di aula Hotel Timor Megah, Sabtu ( 22/12/2018) sore.

Festival Kopi Flobamora, 2018 Cangkir Kopi Disuguhkan Gratis

Menurut Melky, demokrasi yang sesungguhnya harus benar-benar lahir dari bawah (masyarakat). Oleh sebab itu, masyarakat juga harus terlibat aktif tidak hanya dalam menggunakan hak suara saja, tetapi juga mengawasi proses pemilu untuk memastikan proses pemilu berjalan sesuai aturan demokrasi.

Wagub Nae Soi Ungkap Alasan Mengapa Ia dan Gubernur Laiskodat Keras dalam Memimpin NTT

"Tahun 2019 merupakan tahun pertama kita menggelar Pileg dan Pilpres secara serentak. Dengan jumlah personil yang terbatas, kita sangat berharap adanya partisipasi aktif dari masyarakat untuk membantu mengawasi jalannya pelaksanaan Pileg dan Pipres serentak. Oleh sebab itu, hari ini kita menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka Pileg dan Pilpres serentak tahun 2019 mendatang," ungkap Melky.

Ada beberapa potensi pelanggaran yang bisa terjadi dalam Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Pertama, potensi kerawanan aparatur sipil negara yang tidak netral. Kedua, penyelenggara yang tidak independen, money politik, sistem pendistribusian logistik Pileg dan Pilpres serta kotak suara yang terbuat dari gardus yang dinilai tidak sesuai dengan topografi Kabupaten TTS.

"Hingga saat ini Kabupaten TTS merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan tingkat kerawanan pemilu yang masih tinggi. Hal ini menjadi pekerjaan kita semua untuk menekan angka kerawanan pemilu di Kabupaten TTS," ujarnya.

Man Bansae, perwakilan Partai Berkarya yang turut hadir dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut mengaku, mendukung pelaksanaan Pileg dan Pilpres yang adil dan jujur. Oleh sebab itu, dirinya siap membantu penyelenggara pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi jalannya pemilu 2019 mendatang.

"Materi sosialisasi ini akan saya lanjutkan ke pimpinan partai dan juga kepada konstituen agar sama-sama kit mengawasi Pileg dan Pilpres mendatang agar berjalan dengan adil dan jujur. Saya berharap, para penyelenggara benar-benar netral dan independen dalam melaksanakan fungsunya," ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif molor dari waktu yang dijadwalkan.

Kegiatan sosialisasi baru dimulai pukul 15.00 Wita padahal dalam undangan yang dibagikan Bawaslu Kabupaten TTS kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 13.00 Wita. Hal ini disebabkan banyaknya peserta sosialisasi yang datang terlambat. Peserta sosialisasi dalam kegiatan ini sendiri terdiri dari perwakilan partai politik peserta pemilu 2019, tokoh agama, tokoh pemuda dan perwakilan media massa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved