Berita Nasional Terkini

Prabowo Mengaku Kerap Diledek karena Sering Minta Maaf

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku belakangan dirinya kerap diserang atau diledek karena terlalu sering meminta maaf.

Prabowo Mengaku Kerap Diledek karena Sering Minta Maaf
KOMPAS.com/dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku belakangan dirinya kerap diserang atau diledek karena terlalu sering meminta maaf.

"Sebetulnya saya sering diledek, diserang, Pak Prabowo sering minta maaf," kata Prabowo saat berbicara dalam acara makan malam dan ramah tamah bersama para pengusaha Tionghoa di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018).

Namun, menurut Prabowo, tidak ada yang salah dengan meminta maaf. Ia mengatakan, seorang yang membuat kesalahan sudah sepatutnya berani meminta maaf.

16 Pengusaha Tionghoa Sumbang Rp 460 Juta untuk Tim Prabowo-Sandiaga

Di sisi lain, sebagai seorang manusia, dirinya juga tidak lepas dari kesalahan. "Kenapa takut? kalau salah ya minta maaf. Manusia pasti punya salah. Saya manusia, kalau saya salah, ya saya minta maaf," kata Prabowo.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menyoroti seringnya Prabowo dan calon wakil presiden Sandiaga Uno melakukan kesalahan.

Dibalik Tragedi Tenggelamnya Multi Prima 1, Riski Selamat Lilitkan Alkitab di Perutnya

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni mencatat, setidaknya sudah tiga kali Prabowo-Sandiaga menyampaikan permintaan maaf.

"Dalam masa kampanye yang berlangsung sekitar satu setengah bulan, Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah tiga kali melakukan kesalahan fatal dan berujung dengan minta maaf," ujar Toni ketika dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Apa saja kasus yang disodot Raja Juli?

1. Ketika aktivis Ratna Sarumpaet terbukti berbohong soal memar di wajahnya.

Prabowo meminta maaf karena ikut menyebarkan kabar yang tidak benar itu. Ia mengaku tergesa-gesa dalam menyikapi dan merasa telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya.

2. Terkait polemik "tampang Boyolali".

Melalui rekaman video, Prabowo meminta maaf jika ada yang tersinggung dengan ucapannya itu. Prabowo merasa sama sekali tidak berniat menghina warga Boyolali.

3. Sandiaga meminta maaf setelah melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama.

Sandiaga menyampaikan permohonan maaf terkait dirinya melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

"Mungkin rakyat akan memaafkan, tapi tetap mencatat dan tidak melupakan," tuturnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved