Berita Kota Kupang Terkini

Tingkatkan Ketahanan Keluarga TKI, Kementerian Bentuk BKTKI di 12 Provinsi Lumbung TKI

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah membentuk Pokja dan BKTKI di 12 Provinsi se-Indonesia.

Tingkatkan Ketahanan Keluarga TKI, Kementerian Bentuk BKTKI di 12 Provinsi Lumbung TKI
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Foto bersama dalam kegiatan Pemberdayaan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BKTKI) Dalam Rangka Ketahanan Keluarga dan Pemenuhan Hak Anak di Gereja GMIT Jemaat Bethel, Kelurahan Naimata, Kota Kupang, NTT, Selasa (4/12/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dari tahun 2010 sampai 2018, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah membentuk Pokja dan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BKTKI) di 12 Provinsi se-Indonesia, yang tersebar di 63 kabupaten/kota yang menjadi lumbung TKI. Salah satunya di Kota Kupang.

"Pokja dan BKTKI ini berfungsi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, ketahanan kelurahan dan pemenuhan kebutuhan anak para TKI," kata Kabid Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Luar Negeri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Suhaeni, S.Sos, dalam kegiatan Pemberdayaan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BKTKI) Dalam Rangka Ketahanan Keluarga dan Pemenuhan Hak Anak.

Ini Ungkapan Hati Anggota Komunitas Tenun Ikat Timor Atambua Pasca Peresmian Galeri Tenun

Kegiatan ini digelar di Gereja GMIT Jemaat Bethel, Kelurahan Naimata, Kota Kupang, NTT, Selasa (4/12/2018).

Suhaeni mengatakan, persoalan ketenagakerjaan merupakan persoalan yang kompleks.

Karena selain membutuhkan SDM, persoalan ketenagakerjaan juga membutuhkan regulasi dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Cegah Perampokan, Kapolres Imbau Warga Segera Lapor Polisi, Jangan Tunggu Pencuri Kabur

Persoalan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia ini, kata Suhaeni, adalah keterbatasan lapangan pekerjaan.

"Karena itu, menjadi TKI adalah salah satu alternatif. Walau TKI berdampak positif, tapi kadang juga memberikan dampak negatif," katanya.

Ini disebabkan banyaknya laporan yang diterima pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI terkait perilaku negatif yang diterima para TKI.

"Banyak keluarga TKI memanfaatkan hasil remitansi hal-hal yang konsumtif dan tidak produktif. Selain itu, TKI yang bekerja di luar negeri bisa memicu perselingkuhan, kebutuhan gizi anak tidak diperhatikan, dan kadang anak berperilaku buruk," kata dia.

Dia mengakui, kegiatan BKTKI yang digelar selama ini lebih memperhatikan sisi pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Sisi ketahanan keluarga dan pemenuhan kebutuhan anak belum terlalu diperhatikan," jelasnya.

Dengan kegiatan yang digelar hari ini, katanya, semoga keluarga TKI dan anak-anak bisa mendapatkan pemahaman lebih dalam, sehingga kehidupan keluarga TKI ke depan menjadi lebih baik. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved