Berita Kabupaten TTU Terkini

Korupsi Pembangunan Puskesmas dan Embung di TTU! Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Tiga orang tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres TTU itu mengerjakan proyek ditempat berbeda dengan sumber dana APBD

Korupsi Pembangunan Puskesmas dan Embung di TTU! Polisi  Tetapkan Tiga Tersangka
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto melakukan konferensi pers di Mapolda TTU, Senin (3/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menetapkan tiga orang tersangka kasus korupsi pembangunan embung dan dua puskemas di daerah tersebut.

Tiga orang tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres TTU itu mengerjakan proyek ditempat berbeda dengan sumber dana APBD tahun anggaran 2017.

Tiga proyek tersebut diantaranya, proyek pembangunan embung di Kecamatan Bikomi Tengah, Proyek pembangunan Puskemas Oeolo di Kecamatan Musi dan salah satu puskemas di wilayah Kecamatan Miomafo Barat.

Begini Faktanya Hingga 31 Pekerja Jembatan di Nduga, Papua Tewas Dibunuh

Pangdam XVII Cendrawasih dan Kapolda Papua  Pimpin Penyelidikan Pembunuhan 31 Pekerja di Papua

Hal itu disampaikam oleh Kapolres Kabupaten TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan usai menggelar press release mengenai kasus korupsi di Mapolres TTU, Senin (3/12/2018) siang.

Krisna mengatakan, saat ini polres Kabupaten TTU tengah melakukan penyidikan terhadap tiga kasus korupsi yang selama ini menjadi perhatian serius masyarakat di wilayah Kabupaten TTU.

"Jadi yang pertama berkaitan dengan pembangunan embung di Kecamatan Bikomi Tengah, dan dugaan kasus korupsi pembangunan puskemas Oeolo di Kecamatan Musi, serta pembangunan salah satu puskemas di wilayah Kecamatan Miomafo Barat," jelas Krisna.

Krisna menjelaskan, pagu dana yang digunakan untuk melaksanakan proyek pembangynan embung sebesar Rp. 800 juta. Sedangkan pagu dana yang digunakan untuk pembangunan dua puskemas tersebut masing-masing sebesar Rp. 4 Miliar lebih.

"Dari hasil penyidikan kita, kerugian yang ditimbulkan dari pengerjaan proyek embung sebesar Rp. 200 juta. Kalau dua proyek pembangunan puskemas itu diperkirakan masing-masing sekitar Rp. 250 juta dan Rp. 300 juta," ungkapnya.

Dikatakannya, untuk proyek pembangunan embung dikerjakan oleh CV. Serana Sukses. Sedangkan untuk proyek pembangunan puskemas Oeolo dikerjakan oleh PT Bumi Ariksa dan proyek puskemas di wilayah Kecamatan Miomafo barat dikerjakan oleh PT Arison Karya Sejahtra.

Halaman
12
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved