Berita Kesehatan

Para Peneliti Australia Klaim Telah Menemukan Obat untuk Jenis Kanker yang Langka

Para ilmuwan Melbourne Australia akan mengumumkan keyakinan mereka bahwa mereka telah mengambil langkah besar

Para Peneliti Australia Klaim Telah Menemukan Obat untuk Jenis Kanker yang Langka
Theage.com.au/CHRIS HOPKINS
Hamish Petrie adalah penyintas dari tipe kanker langka yang disebut sel limfoma mantel. 

POS-KUPANG.COM - Baru tiga tahun lalu, diagnosis limfoma sel mantel (mantle cell lymphoma) - jenis kanker darah yang langka - pada dasarnya seperti menghadapi hukuman mati.

Dilansir dari laman Theage.com.au, Selasa (27/11/2018), minggu depan, para ilmuwan Melbourne Australia akan mengumumkan keyakinan mereka bahwa mereka telah mengambil langkah besar menuju pengobatan yang efektif untuk pasien hampir 100 persen, yang bisa digunakan dengan segera.

"Ini telah berkembang sangat cepat," kata Profesor Sarah-Jane Dawson, seorang peneliti di Peter MacCallum Cancer Centre.

Puluhan pasien dengan limfoma sel mantel telah diberikan pengobatan kombinasi obat baru yang dikembangkan oleh Centre. Telah terbukti menempatkan kanker mereka dalam remisi lengkap - di mana tidak lagi terdeteksi - sekitar 70 persen kasus.

"Terapi kombinasi ini telah mengubah lanskap perawatan untuk penyakit ini," kata Profesor Dawson.

Baca: Live Streaming Liga Champions 2018 Juventus vs Valencia, 1 Rekor Lagi Menanti Ronaldo

Baca: Liga Champions 2018, Link Live Streaming Juventus vs Valencia dan Prediksi Susunan Pemain

Baca: Jadwal Liga Champions 2018, Juventus vs Valencia jadi Ajang Cristiano Ronaldo vs Santi Mina

Awal bulan depan, pada pertemuan American Society of Hematology di San Diego, Profesor Dawson dan rekan-rekannya akan mengumumkan keberhasilan uji coba pada sel-sel kanker di laboratorium yang menyarankan menambahkan obat tambahan untuk kombinasi mungkin meningkatkan tingkat keberhasilan untuk mendekati 100 persen.

Sekitar 300 kasus limfoma sel mantel didiagnosis di Australia setiap tahun. Suatu mutasi genetik menyebabkan tubuh memproduksi sel-sel darah putih kanker - sel-sel yang biasanya melawan infeksi.

Karena kanker, sel-sel tidak lagi mampu mempertahankan tubuh. Itu membunuh kebanyakan orang yang didiagnosis dengannya dalam waktu empat tahun; kemoterapi sering diresepkan, tetapi hampir tidak pernah berhasil.

Pada bulan April, setelah 30 tahun penelitian, Peter MacCallum dan peneliti Royal Melbourne Hospital mengumumkan terapi kombinasi-obat baru telah menempatkan kanker pada sekitar 70 persen pasien menjadi remisi lengkap dalam dua uji klinis utama.

"Itu belum pernah terjadi sebelumnya, tingkat kesuksesan itu tidak pernah terlihat untuk kanker ini," kata Profesor Dawson.

Halaman
12
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved