Berita CPNS 2018

Begini Cara Cek Peluang Lolos di Tes SKD CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Pengganti Passing Grade

Begini Cara Cek Peluang Lolos di Tes SKD CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Pengganti Passing Grade

Begini Cara Cek Peluang Lolos di Tes SKD CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Pengganti Passing Grade
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
PERIKSA - Peserta ujian diperiksa sebelum memasuki ruangan ujian,Sabtu (10/11/2018). 

Begini Cara Cek Peluang Lolos di Tes SKD CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Pengganti Passing Grade

POS-KUPANG.COM - Passing Grade tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 diganti sistem ranking. Dengan sistem rangking, peserta yang tak lolos tes SKD CPNS 2018 berkesempatan ikut tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Banyak peserta CPNS 2018 gagal saat tes SKD CPNS 2018 karena skornya tidak melampaui passing grade alias batal nilai minimal, akhirnya pemerintah memutuskan sistem ranking jadi solusinya.

Padahal hingga hari ini masih ada tes SKD CPNS 2018 di berbagai daerah belum diumumkan. Jadwal tes SKB juga belum diubah, jika sistem ranking diterapkan.

Bagaimana cara mengetahui ranking berapa dalam formasi CPNS 2018 yang dipilih? Dalam artikel ini TribunStyle akan membahasnya.

Baca: 16 Daerah Umumkan Ranking Hasil Tes SKD CPNS 2018, Adakah Nama Kamu?

Baca: Anggunnya Ivanka, Penasehat Presiden Amerika Serikat yang Juga Putri Donald Trump

Baca: Zodiak Hari Ini, Intip Ramalan Zodiak Selasa 20 November 2018, Lihat Gemini Begitu Gembira Hari Ini

Aparat Polres Lembata sedang memeriksa peserta saat memasuki ruang tes CPNS di Aula Kantor Bupati Lembata, Senin (12/11/2018).
Aparat Polres Lembata sedang memeriksa peserta saat memasuki ruang tes CPNS di Aula Kantor Bupati Lembata, Senin (12/11/2018). (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

Kepastian diterapkannya sistem ranking untuk formasi yang hanya sedikit peserta lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Bima Haria Wibisana mengatakan, solusi sistem ranking itu diterapkan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta CPNS 2018 yang tidak lolos passing grade SKD.

Khususnya untuk posisi guru dan tenaga kesehatan yang sekarang banyak dibutuhkan.

Bima juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak mau menurunkan passing grade.

Alasannya, penurunan passing grade dikhawatirkan akan merekrut Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

 "Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana melansir dari Kompas.com (16/11/2018).

"Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," tambahnya saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved