Berita Kota Kupang Terkini

Paroki Katedral Kristus Raja Kupang Gelar Aneka Perlombaan Jelang Peringatan Pelindung

Paroki Katedral Kristus Raja Kupang menggelar pelbagai kegiatan menjelang pesta pelindung Kristus Raja Semesta Alam

Paroki Katedral Kristus Raja Kupang Gelar Aneka Perlombaan Jelang Peringatan Pelindung
ISTIMEWA
Anak Sekami Paroki Katedral Kristus Raja Kupang sedang menunjukkan hasil lomba melukis dan mewarnai di Aula Paroki Kristus Raja Kupang, Sabtu (10/11/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Paroki Katedral Kristus Raja Kupang menggelar pelbagai kegiatan menjelang pesta pelindung Kristus Raja Semesta Alam yang jatuh pada Minggu (25/11/2018).

Acara kegiatan ini berlangsung di Aula Peroki selama seminggu sejak 10-17 November 2018. Aneka kegiatan yang dimaksud yakni cerdas cermat Alkitab bagi sekami, lomba mewarnai, melukis, mazmur sekami, lomba menyanyi, tari kreasi dan tarian kreasi 'metikei'.

Baca: Fakultas Ekonomi UKAW Perkenalkan Budaya NTT dalam Pensi

Ketua panitia perlombaan, Wens Moruk, ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Sabtu (16/11/2018, menjelaskan acara perlombaan melibatkan semua umat di paroki katedral mulai dari anak anak hingga orang dewasa. "Semua terlibat. Kalau tarik tambang itu khusus untuk ibu-ibu," katanya.

Perlombaan ini dilangsungkan bagi semua umat di 18 wilayah yang tercakup dalam Paroki Katedral Kristus Raja Kupang.

Baca: Polisi Terus Kembangkan Pencurian Laptop Milik Dokter di Maumere

Ia mengungkapkan umat sangat antusias mengikuti kegiatan perlombaan ini meskipun persiapannya cukup mendadak. Menurutnya, banyak orangtua yang ikut mengantar anak-anak mereka ikut perlombaan.

"Pastor paroki sangat mendukung kegiatan ini," jelasnya.

Oan Wutun, salah seorang umat paroki katedral menyampaikan apresiasinya atas terselenggarannya kegiatan ini.

Ia berujar kegiatan perlombaan semacam ini bisa mempersatukan umat antar wilayah paroki katedral.

Catatan sejarah yang diterima POS- KUPANG.COM dari panitia menyebutkan antara tahun 1940-1947 gereja juga berada dalam situasi yang sulit karena perang dunia II dan perang merebut kemerdekaan.

Selain itu, para misionaris juga ditawan penjajah. Oleh karena itu, selaku Vikaris Apostolik Mgr Jacobus Pessers SVD dan para misionaris menyerahkan Umat Katolik di Pulau Timor ke dalam perlindungan Hati Amat Kudus Tuhan Yesus.

Atas dukungan umat, gereja lokal pun mengikrarkan "Jikalau iman katolik masih utuh di Pulau Timor maka akan diadakan perarakan sakramen mahakudus untuk menghormati kemenangan Kristus Raja Semesta Alam."

Dikisahkan secara lisan bahwa devosi akbar umat Katolik berpuncak pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada 23 November 1947 yang seterusny menjadi hari raya pelindung gereja paroki. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved