Berita Kabupaten TTU Terkini

Kadis Kelautan dan Perikanan TTU Akui Usulan Anggaran untuk Pengembangan Garam Kecil

Kadis Kelautan dan Perikanan TTU, Alfonsius Ukat mengakui anggaran untuk pengembangan garam di TTU di tahun 2019 sangat kecil.

Kadis Kelautan dan Perikanan TTU Akui Usulan Anggaran untuk Pengembangan Garam Kecil
Pos Kupang/Teni Jenahas
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten TTU, Alfons Ukat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Alfonsius Ukat mengakui besaran anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan garam di TTU di tahun 2019 sangat kecil.

Namun, Alfonsius menegaskan, bahwa dengan adanya usulan anggaran pada tahun 2019 yang sangat kecil tersebut tidak menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius mengurusi garam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memurut Alfonsius, dengan alokasi anggaran yang sangat kecil untuk mengurusi garam di wilayah Pantura Kabupaten TTU pada tahun anggaran 2019 tersebut, telah disesuaikan dengan kondisi kemampuan daerah saat ini.

Baca: Daerah Irigasi Bena TTS Juara I Nasional Lomba DI Teladan 2018

"Alokasi anggaran Rp 30 juta itu untuk beli geomembran untuk pengembangan tambak garam milik dinas seluas 2 hektar, kita memang tidak terlalu besar kembangkan tambak garam dinas karena kita mau masyarakat yang harus produksi lebih besar," ungkap Alfonsius kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (14/11/2018).

Jika pemerintah dinilai tidak serius mengurusi garam di Kabupaten TTU karena hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 juta, kata Alfonsius, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa. Hal itu karena telah menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah setelah dialokasikan ke seluruh kegiatan rutin lainnya.

Alfonsius menjelaskan, berkaitan dengan pendanaan pengembangan garam milik masyarakat, merupakan kewenangan dari pihak pemerintah provinsi. Hal itu karena berkaitan dengan pengembangan wilayah pesisir.

Alfonsius mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah propinsi guna mendapatkan kepastian apakah penganggaran untuk pengadaan Geomembran dan peralatan pendukung pengembangan garam masyarakat disediakan oleh pemerintah provinsi atau pusat.

"Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah propinsi agar kita bisa tahu penganggaran dari propinsi atau langsung dari pusat. Tapi pada prinsipnya kita sangat mendukung agar produksi garam yang dihasilkan masyarakat harus terus meningkat setiap tahunnya," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved