Berita Kabupaten TTS

Roh Halus Curi Uang PIP! DPRD TTS Tak Percaya Kisah Tahyul

Jangan bawa-bawa nama tim doa kalau mau tipu. Dampaknya nanti besar. Kasihan para tim doa yang tidak tahu apa-apa lalu dibawa-bawa. Saya minta sebaik

Roh Halus Curi Uang PIP! DPRD TTS Tak Percaya Kisah Tahyul
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Anggota DPRD TTS, Relygius Usfunan dan Hendrikus Babys mengaku tidak percaya dengan cerita Kepala SD Negeri Niki-niki IV, Maria Benu yang menyebut uang PIP Senilai 10 juta telah dicuri roh halus.

Keduanya menuding jika cerita tersebut hanya dikarang Maria karena kasus penggelapan dana PIP tahun 2016 telah terbongkar.

Baca: Kepala BPBD NTT ! Aktifkan Posko Siaga Bencana

" Sebaiknya mengaku saja kalau uangnya sudah dipakai untuk keperluan pribadi. Jangan karang cerita roh halus yang pencuri lagi. Apa lagi sampai menuding roh mamanya yang mengambil uang tersebut karena marah.

Awas arwah mamanya marah dan datang betul untuk cek kasih mati. Sebaiknya jujur saya," pinta Relygius saat dimintai komentarnya terkait kasus dugaan penggelapan dana PIP di SD Negeri Niki-niki IV.

Dirinya meminta Maria Benu untuk tidak membawa-bawa nama tim doa dalam kasus hilangnya uang PIP tersebut. Ia mengaku, tidak percaya jika uang tersebut hilang di curi roh halus dan Maria Benu pergi ke tim doa dan mendapat petunjuk jika roh haluslah pelaku pencurian uang tersebut.

" Jangan bawa-bawa nama tim doa kalau mau tipu. Dampaknya nanti besar. Kasihan para tim doa yang tidak tahu apa-apa lalu dibawa-bawa. Saya minta sebaiknya kasus ini dibawa ke ranah hukum saja biar jelas," pinta Egi.

Anggota DPRD TTS dari Partai Nasdem, Hendrikus Babys juga mengaku tidak percaya dengan pengakuan Kepala Sekolah SD Negeri Niki-niki IV, Maria Benu terkait hilangnya uang PIP hak 40 siswa-siswi.

Menurutnya, cerita roh halus sebagai karangan pelaku karena ketakutan kasus penggelapan dana PIP tersebut sudah "tercium" publik. Dirinya bahkan menuding, jika uang tersebut sudah digunakan untuk kepentingan pribadi dan bukan dicuri roh halus.

" Mana uang sudah hilang satu tahun lebih baru sekarang mengaku jika uang dicuri roh halus. Roh halus pakai uang untuk apa? Kalau sudah pakai mengaku saja dan cepat ganti.

Kalau tidak jujur, sebaiknya masalah ini biar polisi atau jaksa yang tangani saja biar jelas. Kasihan anak-anak yang harus jadi korban akibat ulah oknum kepala sekolah yang tidak bertanggung jawab, " sebutnya.

Untuk diketahui, Dinas P dan K Kabupaten TTS sudah melayangkan surat panggilan kepada Maria Benu untuk melakukan klarifikasi terhadap kasus dugaan penggelapan dana PIP.

Kadis P dan K Kabupaten TTS, Edison Sipa sangat menyayangkan kasus tersebut. Dirinya meminta kasus ini harus menjadi pembelajaran untuk seluruh kepala sekolah agar tidak bermain-main dengan dana PIP. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved