Berita Kota Kupang

Saat Hujan Walikota Kupang Ajak Kadis Kebersihan Turun ke Titik Rawan

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore saat itu ikut membersihkan air dan sampah yang meluap di Jalan El Tari, Naikoten I Kupang.

Saat Hujan Walikota Kupang  Ajak Kadis Kebersihan Turun ke Titik Rawan
POS-KUPANG/ OBY LEWANMERU
Walikota Kupang, Jefri Rieu Kore memegang sapu lidi dan menyapu sampah dan genangan air di Jalan El Tari, Naikoten I Kupang, Mingu (11/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -- Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengajak Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang, Obed Kadji agar turun ke titik-titik rawan saat hujan.‎

"Pak Kadis tolong lihat titik-titik rawan, seperti genangan air, selokan tersumbat agar kita langsung turun saat hujan. Kita harus stand by jangan tunggu selesai hujan," kata Jefri saat membersihkan sampah dan luapan air di Jalan El Tari, Minggu (11/11/2018).
Menurut Jefri, dengan berada di titik rawan, maka upaya pencegahan selokan yang tersumbat b‎isa teratasi, termasuk mencegah luapan air di badan jalan.

Baca: Mau Cegah Tindak Pidana Suap Dan Korupsi di NTT Dengan Sistem ISO 37001:2016, Manjurkah?

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore saat itu ikut membersihkan air dan sampah yang meluap di Jalan El Tari, Naikoten I Kupang.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (11/11/2018) sekitar pukul 17:40 wita, Walikota Kupang bersama Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang, Obed Kadji dan sejumlah petugas langsung melakukan pembersihan sampah di Jalan El Tari.

Nampak salah satu titik yang menjadi perhatian pembersihan,yakni di sekitar Pantung/Tugu HKSN.

Air yang melu‎ap ke Jalan El Tari ini membawa sampah ke badan jalan.
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore langsung memegang sapu lidi dan menyapu badan jalan, bahkan sesekali dia mengecek saluran pembuangan di bahu jalan.

Sementara itu, ada satu unit mobil tangki yang langsung menyiram badsan jalan untuk membersihkan lumpur dan sisa-sisa material di badan jalan.
Jefri saat itu mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celan hitam. Pada pinggangnya diikat sebuah salempang.

Jefri Riwu Kore yang ditemui mengakui, air yang meluap itu akibat warga tidak taat membuang sampah pada tempat, sehingga ketika hujan, air tersumbat dan meluap.

"Air yang meluap ke badan jalan ini karena sampah-sampah tersumbat di saluran pembuangan. Ketika hujan, maka pasti akan ada genangan," kata Jefri.

Ditanyai soal beberapa titik di Kota Kupang yang selalu menjadi masalah saat musim hujan, ia mengakui, pemerintah sudah melakukan pembenahan di beberapa titik.

"Ada sekitar lima titik di Kota Kupang yang selalu jadi masalah ketika musim hujan. Pemerintah secara bertahap akan melakukan pembenahan," katanya.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved