Berita Manggarai Barat

Di Kabupaten Manggarai Barat! 100 Orang Peserta Tes CPNS Sesi Dua Hari Ini Tak Lolos

peserta memperoleh nilai cukup tinggi namun di bagian TKP kurang dua angka untuk memenuhi standar. Peserta tersebut yakni Yennie Febrina Tarigan,

Di Kabupaten Manggarai Barat! 100 Orang Peserta Tes CPNS Sesi Dua Hari Ini Tak Lolos
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Peserta ujian sesi tiga testing CPNS di Mabar saat masuk ruangan ujian 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Sebanyak 100 orang peserta ujian kompetensi dasar testing CPNS di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hari kesepuluh hari ini, Senin (12/11/2018) tidak ada yang lolos.

Salah satu peserta memperoleh nilai cukup tinggi namun di bagian TKP kurang dua angka untuk memenuhi standar. Peserta tersebut yakni Yennie Febrina Tarigan, formasi dokter.

Dia meraih TWK 125, TIU 105 dan TKP 141. Standar nilai yaitu TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.

Baca: Peserta CPNS yang Gugur Tes SKD Masih Punya Peluang untuk Lolos ke SKB? Ini Penjelasan BKN

Baca: Hari Ketiga Tes CPNS di Ende! Lima Peserta Penuhi Passing Grade

"Menurut saya soal yang paling susah di TIU. Sedangkan di TKP dan TWK relatif gampang," kata salah satu peserta yang ditemui usai ujian Maria.
Dia memperoleh nilai TWK 105, TIU 55 TKP 145.

Saat berita ini ditulis jam 12.21 Wita sedang berlangsung ujian sesi tiga.
Seperti diberitakan sebelumnya,

Seperti pada ujian hari sebelumnya, peserta lain yang sudah ujian atau menunggu jadwal ujian, memenuhi tenda tempat layar monitor perkembangan nilai untuk mengetahui perjalanan nilai peserta yang sedang ujian.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Mabar, Sebastianus Wantung memantau langsung ujian saat itu.

"Selanjutnya akan berlangsung ujian kompetensi bidang dan tetap menggunakan sistim CAT," kata Sebastianus.

Pada ujian sesi satu sebelumnya hari itu, tidak ada yang lolos nilai standar atau passing grade dari 97 peserta.

Pelaksanaan ujian sesi satu dan dua saat itu sempat diwarnai oleh matinya layar monitor yang diletakan di luar ruangan ujian, tempat sejumlah orang memantau perkembangan nilai para peserta.

Matinya layar monitor itu berlangsung lebih dari dua kali sehingga membuat perjalanan nilai peserta ujian tidak bisa dilihat di luar ruangan ujian dengan lancar.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved