Berita Nasional Terkini

Demokrat Bebaskan Kader Terkait Pilihan Capres

Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon), Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Demokrat Bebaskan Kader Terkait Pilihan Capres
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/2017). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Padahal, Demokrat secara resmi mengusung paslon nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Kita sudah sangat mengetahui, survei internal Partai Demokrat menyatakan memang mayoritas memilih Pak Prabowo, tetapi ada juga yang sesuai dengan cultural wilayah setempat itu memilih Pak Jokowi," tutur Ibas saat ditemui di sela-sela acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Baca: Ketua Umum PSI: Kami Akan Jaga Jokowi dari Para Politisi Hitam

Menurutnya, hal itu juga terjadi pada partai lain. Ia menilai, belum tentu seluruh kader mendukung paslon yang diusung secara resmi oleh partai.

Ibas menambahkan, Demokrat adalah partai yang demokratis. Pilihan dukungan untuk pilpres menurutnya adalah urusan masing-masing kader sebagai individu.

Baca: Rayakan HUT ke-42, KKSS NTT Anjangsana ke Empat Panti Asuhan di Kupang

Untuk itu, kata dia, tidak akan ada hukuman yang dijatuhkan pada kader yang memiliki pilihan berbeda soal capres dan cawapres.

"Sekarang kita tidak bisa memberikan punishment, kita hanya bisa menyerukan, tetapi kalau memberikan punishment tidak bisa," terang dia.

Ibas pun mengatakan bahwa Demokrat bukan partai genderuwo. Sebuah istilah yang dilontarkan Presiden Joko Widodo untuk politisi yang kerap menakut-nakuti masyarakat.

Ibas menjelaskan, partainya justru ingin mempraktekkan politik yang demokratis. "Saya kutip kata-kata politik hari ini. Demokrat bukan partai genderuwo, Demokrat ingin memainkan politik yang cerdas, politik yang membangun," kata dia.

"Politik yang ingin mengajak pada masyarakat, ada opsi kok, ada partai-partai yang lain, bukan hanya dua partai PDI Perjuangan dan Gerindra. Ada di sini Partai Demokrat. Berilah satu kesempatan yang sama," lanjut Ibas. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved